kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Laba dari jualan tahu Hot Melotot


Rabu, 11 September 2013 / 14:24 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan pembuatan prasasti bergambar peta Indonesia di titik nol kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara , Selasa (19/4/2022). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Bisnis tahu goreng pedas sedang digandrungi belakangan. Makanya, kita bisa dengan mudah menemukan gerai-gerai yang menawarkan camilan tersebut, baik di kaki lima maupun pusat perbelanjaan. Salah satunya, Tahu Hot Melotot di Semarang, Jawa Tengah.

Adalah Nurhidayat yang mendirikan usaha ini sejak akhir tahun lalu. Sesuai namanya, tahu goreng buatannya memiliki rasa sangat pedas. Maklum, bagian dalam tahu diisi dengan racikan tauge, kol, wortel dan cabe rawit dan bubuk merica. Tahu digoreng menggunakan campuran terigu, tepung beras dan sagu, plus irisan halus daun bawang. Satu buah tahu Hot Melotot dibanderol Rp 3.000.

Pria yang akrab disapa Nur ini mengklaim, selain kualitas tahu terjamin segar dan enak, harga jual di tingkat konsumen lebih murah ketimbang kompetitor sejenis.  

Sejak awal membuka usaha, ia langsung menawarkan peluang kemitraan supaya usahanya cepat berkembang. Namun, sampai sekarang, ia belum memiliki mitra. "Namun, kami sudah punya tiga gerai pusat yang semuanya berlokasi di Semarang," tutur Nur.

Tertarik menjajal usaha tahu pedas Hot Melotot? Nur mengemas paket kemitraan dengan investasi senilai Rp 10 juta. Dengan membayar biaya tersebut, mitra akan mendapatkan peralatan lengkap seperti gerobak, bahan dasar bumbu,  serta pelatihan membuat tahu pedas Hot Melotot.

Mengacu pada tiga gerai pusat yang telah beroperasi, mitra biasanya mampu menjual sekitar 50 buah tahu per hari. Artinya, dalam sehari, ia bisa mengumpulkan omzet Rp 150.000. Dengan demikian, omzet bulanan mitra bisa mencapai Rp 4,5 juta. Namun, Nur mengingatkan, penghasilan mitra akan tergantung letak lokasi gerai.

Jika target keuntungan bersih sebesar 30% bisa tercapai, maka mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu kurang dari enam bulan.

Pihak Pusat mewajibkan mitra  membeli sejumlah bahan baku dari pusat, yaitu berupa tahu dan racikan bumbu pedas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×