kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.400.000   1.000   0,07%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Lagi, tawaran usaha thai tea belum mati


Minggu, 15 Juli 2018 / 10:05 WIB
Lagi, tawaran usaha thai tea belum mati


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Demam minuman teh ala Thailand alias thai tea ternyata masih berlanjut. Pasar minuman asal negeri Gajah Putih tersebut ternyata masih menjanjikan. Hal tersebut dibuktikan dari pelaku usaha baru yang terus bermunculan. Tawaran kemitraan Thai Tea pun tak kunjung surut.

Kali ini, tawaran kemitraan datang dari BeDenk Thai Tea asal Pamulang, Tangerang Selatan. Berdiri sejak akhir 2017, BeDenk Thai Tea langsung menawarkan kemitraan dua bulan kemudian. Saat ini sudah ada dua gerai yang berdiri di sekitar Tangerang Selatan.

"Usaha kami ini bermula dari usaha katering. Nah, salah satu menunya kebetulan ada thai tea. Dan karena minuman ini sedang tren, akhirnya kami buat brand khusus thai tea dan menawarkan kemitraan," jelas Ahlul Lutfi Fauzi, pemilik BeDenk Thai Tea, kepada KONTAN.

Ada dua paket yang ditawarkan Lutfi, yakni paket silver senilai Rp 7 juta dan paket gold senilai Rp 10 juta. Dengan modal tersebut, mitra bakal mendapatkan fasilitas satu buah booth/gerobak, kerjasama usaha selama dua  tahun, peralatan usaha, perlengkapan usaha, kemasan, panduan standar operasional, pelatihan karyawan serta bahan baku awal.

Lutfi menjelaskan perbedaan kedua paket tersebut ada pada jumlah peralatan usaha dan bentuk gerobak. Untuk paket Rp 7 juta akan mendapatkan gerobak portable yang bisa dibongkar-pasang. Sedangkan paket Rp 10 juta mendapatkan gerobak berbahan kayu.

Laiknya, minuman sejenis, BeDenk Thai Tea menawarkan aneka rasa thai tea, seperti original, green tea, taro, stroberi dan cokelat. Ada juga tambahan topping bubble. Thai tea dengan aneka rasa tersebut dibanderol dengan harga antara Rp 10.000-Rp 12.000 per cup.

Terkait pendapatan, Lutfi menyebut bahwa rata-rata s atu gerai BeDenk Thai Tea bisa menjual antara 30-50 cup per hari. Artinya, gerai ini bisa meraup omzet antara Rp 300.000-Rp 500.000 per hari. "Omzet tergantung tempat dan tren, bisa kurang, bisa juga lebih," ujar Lutfi.

Dengan besaran omzet tersebut, mitra ia targetkan bisa mengantongi laba bersih sekitar 30% dari omzet. Alhasil, mitra bisa mencapai balik modal antara dua sampai empat bulan.

Pihaknya tidak menarik biaya apapun saban bulan. Hanya mitra wajib membeli bahan baku bubuk minuman dan kemasan dari pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×