kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Madu bisnis Nanik Soelistiowati dari pisang goreng madu (2)


Sabtu, 30 November 2019 / 11:45 WIB
Madu bisnis Nanik Soelistiowati dari pisang goreng madu (2)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Membangun sebuah usaha dari nol memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini yang dirasakan oleh Nanik Soelistiowati dalam membesarkan usahanya yakni pisang goreng madu.

Ia menceritakan, ide usaha yang ia rintis ini berawal dari memanfaatkan pisang yang tak terpakai. Nanik tak menyangka langkah yang awalnya iseng itu kini mampu membawa cemilan pisang goreng naik kelas.

Nanik memulai usaha pisang goreng madu pada tahun 2007. Ia menceritakan saat memulai usaha dia getol melakukan promosi produk cemilan pisang ini secara konvensional, yakni menyebar brosur dan kartu nama yang ia sebarkan ke berbagai tempat dan kesempatan.

Ia memulai berjualan memakai gerobak yang diberikan oleh seorang teman. Modal awal yang ia keluarkan saat itu hanya sekitar Rp 2 juta.

"Menjual 20 potong pisang goreng sehari itu susah sekali. Karena orang melihatnya apa ini pisang gosong, tapi saya kekeh berjuang mengenalkan ini pisang madu. Saya meminta setiap orang lewat untuk mencoba biar tahu rasanya, ini bukan pisang gosong," kenang Nanik.

Nanik membeberkan sebuah kejadian unik dan menarik dalam rangka berpromosi. Saat itu ada suatu acara yang mengundang grup musik Project Pop. Ia memanfaatkan momentum itu untuk mengenalkan produk kepada masyarakat.

Jika pada umumnya para fans grup musik berdesak-desakan membawa buku, spidol, dan kaos untuk meminta tanda tangan, tidak berlaku untuk Nanik. Ia malah membawa kartu nama dan beberapa potong pisang goreng madu buatannya untuk diberikan kepada personel Project Pop.

"Saya tidak punya biaya untuk promosi pisang goreng madu di televisi. Jadi saya naik motor sendiri bikin brosur disisipkan ke wiper mobil, kalau minggu ke gereja promosi di sana," tetang Nanik.

Tak hanya promosi dengan brosur, Nanik juga getol mengikuti bazar untuk mengenalkan pisang goreng madu buatannya. Mereka yang telah merasakan legitnya Pisang Goreng Madu Bu Nanik banyak yang kembali untuk membeli.

Setelah produk pisang madu dikenal oleh masyarakat dan penjualannya moncer, tidak lantas membuat Nanik puas dan berdiam diri. Ia mulai mencoba-coba untuk membuat produkĀ  baru alias berinovasi.

Inovasi juga dilakukan Nanik untuk ciptakan produk kuliner yang digemari konsumen. Ia tak hanya fokus inovasi dengan bahan baku pisang saja, beberapa buah lainnya juga diolah Nanik menjadi cemilan yang tak kalah lezat. Misalnya cempedak, nangka, nanas, ubi, dan sukun.

Untuk tampilan produknya, Nanik juga berinovasi dari yang awalnya tak beraturan bentuknya kini produk cemilan di Pisang Goreng Madu Bu Nanik sudah dicetak hingga hasilkan bentuk dengan ukuran standar yang sama.

Kegigihannya memperkenalkan pisang goreng madu yang ia sebut si hitam manis nyatanya menuai hasil manis. Buah dari ketekunan, menjaga kualitas dan lihai membaca potensi tren terkini menjadi sebuah inovasi kini berbuah jadi kunci kesuksesan bisnis Nanik.

Selain itu, pengembangan usaha Nanik juga didukung dengan penggunaan teknologi digital dalam pemasaran. Munculnya layanan pesan antar makanan melalui ojek online (ojol) menjadi titik awal Nanik melebarkan sayap produknya ke pelbagai penjuru Jakarta.

"Outlet kami hanya ada di Tanjung Duren, tapi sejak ikut gabung jualan di aplikasi ojek online konsumen yang jauh tak perlu ke Tanjung Duren (Jakarta Barat) untuk menikmati pisang goreng madu. Ini bikin pesanan meningkat," kata nya.

Lewat outlet di aplikasi ojol, konsumen yang penasaran ingin merasakan pisang goreng madu produksi NanikĀ  juga tak perlu repot-repot datang dan antre. Oulet online ini juga efektif utuk menawarkan produk baru.

(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×