Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.201
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS623.158 -0,48%

Malt siap ramaikan industri kuliner tanah air

Jumat, 05 Oktober 2018 / 17:17 WIB

Malt siap ramaikan industri kuliner tanah air
ILUSTRASI. Malttime, bahan baku makanan dan minuman produksi PT Jebsen & Jessen Ingredients



KONTAN.CO.ID - Pameran Food Ingredients (Fi) Asia 2018 yang dihelat di Indonesia kali ini membawa tren baru bagi dunia industri makanan dan minuman tanah air. Berdasarkan pengamatan KONTAN, salah satu inovasi bahan makanan yang banyak ditawarkan adalah bubuk malt (malt powder).

Presiden Direktur PT Jebsen & Jessen Ingredients Indonesia (JJII), Soenke Gloede memprediksi minuman dan makanan berbahan dasar malt akan jadi tren di Indonesia. Namun, sejatinya, malt sudah masuk ke Indonesia sejak lama.

Hal tersebut terlihat dari beberapa produk biskuit dan minuman mengandung malt yang telah lama ada di pasar Indonesia. Sebut saja, produk makanan seperti Malkis dan beberapa produk minuman sereal dan minuman susu cokelat yang ternyata juga mengandung malt.

Melihat pasar malt kian menjanjikan, JJII pun meluncurkan 3 varian produk Malttime, yakni malted chocolate powder, malted milk powder, dan malt crunch. Soenke menjelaskan, produk Malttime tersebut bakal menyasar bisnis hotel, restoran dan kafe (horeka).

"Pasar malt di pasar Asia Tenggara, khususnya di Indonesia sangat menjanjikan. Sebelum di Indonesia, kami sudah meluncurkan produk ini lebih dulu di Thailand. Dan produk malt sendiri di Malaysia, sekarang sudah jadi tren di sana," katanya.

Produk Malttime milik JJII dijual dalam kemasan 1 kilogram (kg). Karena menyasar bisnis Horeka, tentu ada minimal pembelian untuk produk tersebut. Rencananya, Malttime kemasan 1 kg tersebut akan dijual dengan harga sekitar Rp 75.000-Rp 85.000.  

Penggunaan malt ini bermacam-macam, bisa untuk minuman, dicampur susu, teh, maupun kopi. Bisa untuk dessert, berupa puding, ice cream atau smoothies. Juga untuk kue. "Horeka bisa kembangkan kreativitas dengan malt ini," tuturnya.

Penggunaan malt ini rupanya sudah dijajal oleh First Love, salah satu gerai dessert and bakery shopOffice Manager First Love Agnes  Felicia mengatakan, pihak First Love telah melakukan percobaan, mencampurkan malt pada adonan produk First Love. Hasilnya, malt  makin memperkaya rasa dessert First Love. "Malt ini punya aroma yang cukup kuat, jadi wangi," jelas Agnes.

Pihak First Love hanya membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk melakukan percobaan dengan bahan baku malt. Agnes mengatakan aplikasi malt juga mudah, tidak perlu perlakuan khusus. Ia menambahkan malt pada produk mille crepe.  Namun, untuk mendapatkan hasil mille crepe malt yang enak, takarannya juga harus disesuaikan.

"Kami sendiri cukup kaget juga, ternyata malt bisa digunakan untuk mille crepe dan hasilnya jadi unik. Rencananya produk mille crepe malt akan diluncurkan First Love sekitar bulan November, disiapkan untuk season Natal," tandasnya.


BISNIS KULINER

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0775 || diagnostic_web = 0.4369

Close [X]
×