kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Manisnya Laba dari Usaha Roti Sobek


Sabtu, 10 Desember 2022 / 09:45 WIB
Manisnya Laba dari Usaha Roti Sobek


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak sedikit pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memulai usaha justru di saat pandemi Covid-19 berkecamuk. Karena, pada saat mobilitas masyarakat dibatasi, muncul beragam kebutuhan. Salah satunya adalah makanan yang berbentuk camilan.

Inilah yang dirasakan oleh Roti Gembong Gedhe. Usaha kuliner berbasis roti asal Yogyakarta ini baru tumbuh di masa pandemi, sekitar tiga tahun yang lalu.

Saat merintis usaha Roti Gembong Gedhe, Afan Syahdana bersama sang kakak Rifawan Pradipta melihat peluang bisnis yang bagus di masa pandemi. Kala itu, banyak masyarakat yang harus berdiam diri di rumah.

"Di masa itu, jadi banyak orang yang ingin ngemil," tutur dia kepada KONTAN, Kamis (8/12).

Menurut Afan, selain karena faktor kebutuhan di masa pandemi, larisnya roti besutannya juga dikarenakan cita rasa dari roti tersebut.

Baca Juga: Juara Roti tawarkan kemitraan Ropi konsep investasi dan bagi hasil, ini lengkapnya

Ia mengklaim, bahan baku Roti Gembong Gedhe berasal dari bahan berkualitas. Untuk mentega, ia menggunakan produk impor. Begitu juga bahan isian dari roti. Lantas, ia juga gencar menambah varian isi dari Roti Gembong Gedhe. 

Kini, Roti Gembong Gedhe telah memiliki berbagain isian varian, mulai dari cokelat, srikaya, stoberi, durian, rasa daging  hingga teh hijau.

Selain varian rasa, harga Roti Gembong Gedhe juga masih ramah di kantong orang kebanyakan. Mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 24.000 untuk ukuran biasa per loyang, serta Rp 6.000 hingga Rp 9.000 untuk ukuran kecil.

"Kami memaksimalkan di produk, supaya saat orang sekali makan tidak gampang berpaling dan bisa menceritakan ke khalayak,” tutur Afan.

Tak heran, secepat kilat roti Gembong Gedhe yang bentuknya mirip dengan roti sobek kebanyakan mulai berkembang pesat.

Dalam waktu tiga tahun, gerai Roti Gembong Gedhe sudah mempunyai 188 cabang yang tersebar di seluruh pulau Jawa. Tak hanya Yogyakarta saja, tetapi juga Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Bahkan, dalam waktu dekat dirinya akan membuka dua cabang lagi. Salah satunya adalah di wilayah Condet, Jakarta Timur. 

Pesatnya pertumbuhan gerai Roti Gedhe Gembong tidak terlepas dari sistem kemitraan yang diterapkan oleh manajemen Roti Gedhe Gembong. Sudah begitu, seluruh operasional gerai roti ini ditangani oleh manajemen Roti Gembong Gedhe. 

Sudah begitu, rata-rata omzet gerai roti ini memang cukup fantanstis.  Saban hari, rata-rata gerai roti ini snggup menjual minimal sebanyak 200 roti. Dan dalam sebulan rata-rata outlet Roti Gembong Gedhe bisa meraup omzet Rp 70 juta sampai Rp 100 juta per bulan. 

Melihat hasil tersebut, Afan pun akan terus melakukan ekspansi usaha Roti Gembong Gedhe di seluruh penjuru pulau Jawa. Terutama di titik-titik yang belum terdapat gerai penjualan roti ini.

Langkah berikut yang sudah disiapkan adalah melebarkan sayap usaha Roti Gembong Gedhe hingga keluar Pulau Jawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×