kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,67   -0,77   -0.08%
  • EMAS935.000 1,08%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Mari mengait keuntungan dari usaha pembuatan strap masker


Sabtu, 13 Maret 2021 / 11:10 WIB
Mari mengait keuntungan dari usaha pembuatan strap masker

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memakai masker kini menjadi kewajiban di masa pandemi virus korona. Dan, keharusan menggunakan masker menciptakan peluang usaha baru. Salah satunya adalah tali pengait masker alias strap masker.

Ambil contoh, Bunga Dyana, pemilik Oh, Ok, But yang sudah melakoni usaha pembuatan strap masker sejak November 2020. Awalnya, ia membuat pengait masker sebetulnya untuk keluarganya saja. 

Tetapi, strap masker besutan Bunga ternyata menarik perhatian para teman dan koleganya. Tak mau menyia-nyiakan peluang, ia pun langsung menjajakan strap masker buatannya, dengan bantuan sarana digital untuk pemasaran.

Hingga kini, minat konsumen untuk membeli pengait masker tetap tinggi. "Antusiasnya tinggi, per minggu saja ada pesanan sekitar 70 strap sampai 100 strap," kata Bunga kepada KONTAN.

Baca Juga: Merawat cuan besar dari bisnis masker perawatan wajah

Ia membanderol strap masker buatannya mulai dari Rp 60.000 sampai Rp 80.000 per buah, tergantung dari desain yang konsumen minta. Sebab, dia menggunakan bahan manik-manik dalam membuat pengait masker. Nah, harga pengait masker ditentukan setelah si konsumen menentukan strap masker keinginannya, tentu sesuai model dan desain yang sudah Bunga bikin.

Bunga menawarkan beragam model dan desain strap masker. Untuk bahan strap yakni manik-manik dan bahan lainnya, ia mengklaim, berkualitas bagus supaya nyaman konsumen pakai.

Sayang, Bunga tidak memerinci omzet yang dia raup dari hasil jualan pengait masker besutanya. Yang jelas, usaha tersebut ia lakoni dengan riang gembira.
Karena itu, Bunga akan terus melanjutkan usaha strap masker. Kalaupun pandemi korona berakhir, ia akan tetap berinovasi di bisnis strap, misalnya, sebagai pengait kacamata. Dan tentu, terus memperbanyak desain dari strap. 

Sedangkan Haryati Natasya Putri, pemilik Little.swy baru saja memulai usaha strap masker di awal tahun ini. Dia tertarik terjun ke usaha kerajinan tersebut setelah melihat banyak orang yang memakai pengait masker. 

Perempuan yang kerap dipanggil Tasya ini mengatakan, produk strap masker racikannnya punya ciri khas tersendiri yang berbeda dari produk pengait masker lainnya. Namun, ia tidak mengungkap perbedaannya. 

Yang terang, dari sisi harga, strap Little.swy lebih terjangkau, yakni Rp 35.000 per buah. "Sejauh ini, peminatnya lumayan banyak, per minggu bisa bikin 5-10 I masker," ungksp Tasya kepada KONTAN.

Setelah pandemi berakhir, ia akan terus menjalani usaha pengait masker lantaran dia melakukan dengan hati riang dan tanpa beban.

Konsultan bisnis dan waralaba DK Consulting Djoko Kurniawan menilai, usaha strap masker bisa bertahan hingga dua tahun ke depan. Asalkan, para pengusaha strap masker terus berkreasi dan melakukan inovasi produk mereka.

Selanjutnya: Kisah Pancal Bike Craft yang mendapat untung dari usaha push bike

 




TERBARU
Kontan Academy
(VIRTUAL) NEGOTIATION FOR EVERYONE Batch 2 Panduan cepat Strategi Pemasaran Berbasis KPI

[X]
×