kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.450
  • EMAS665.000 -0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Masih ada peluang berbisnis bento

Minggu, 16 Desember 2018 / 07:15 WIB

Masih ada peluang berbisnis bento

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kuliner asal Jepang sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia sejak lama. Bahkan beberapa jenis makanan Jepang punya banyak penggemar di Indonesia. Sebut saja bento, sushi, ramen, dan udon. Kita sering menjumpai menu-menu tersebut  sebagai menu dominan di berbagai restoran Jepang.

Bento merupakan salah satu jenis makanan Jepang favorit di Tanah Air. Beragam lauk yang ditawarkan juga sesuai dengan selera Indonesia. Tak heran bisnis bento terus bermunculan setiap tahunnya. Baik yang ditawarkan sebagai salah satu menu di kedai maupun restoran Jepang atau ditawarkan terpisah dalam bentuk katering.

Jumlah pelaku usaha yang terjun ke bisnis bento makin banyak, tentu membuat persaingan kian ketat. Review Waralaba KONTAN pekan ini akan mengulas kemitraan bento yang sebelumnya sudah pernah diulas.

Simak ulasan perkembangan terkini kemitraan bento dari My Bento, Ikki Bento, dan Katana Bento.  

My Bento

Usaha kuliner racikan Dede Sulaiman rupanya masih bertahan di tengah-tengah ketatnya persaingan. Sepanjang tahun 2018, dia membuka tiga gerai baru milik mitra. "Pengajuan kerjasama dari mitra ada banyak namun lokasinya di luar jangkauan sehingga sulit ditangani," jelas Dede pada KONTAN. Lokasi yang di luar jangkauan itu, misalnya, berada di kota-kota Luar Jawa. Letaknya pun jauh dari akses bandara.  
Dengan tambahan tiga gerai baru ini, total gerai My Bento  yang kini beroperasi ada sekitar 83 unit gerai. Dari total gerai itu, 15 unit gerai milik pusat dan 68 unit lainnya milik mitra yang tersebar di Jawa dan luar Pulau Jawa.

Sebelumnya, saat diulas KONTAN tahun 2016, jumlah gerai yang beroperasi ada 65 unit. Sekadar info, usaha ini resmi dibuka pada tahun 2006 lalu di Pondok Gede, Jakarta Timur. Dan pada tahun 2009 peluang kemitraan pun baru dibuka.

Tahun ini, Dede melakukan inovasi produk dengan mengolah daging ikan menjadi satu menu barunya. Tidak hanya itu, dia juga membuat dua varian saus baru, yaitu spicy dan cheese untuk membuat seluruh menunya menjadi lebih menarik.

Menyasar konsumen kalangan menengah harga produknya pun masih dipatok sama dari tahun sebelumnya yaitu Rp 12.000 sampai Rp 25.000 per porsi.

Lain cerita dengan paket kemitraan. Sejak awal tahun ini dia menaikkan nilai investasi kerjasama menjadi 46 juta sampai Rp 375 juta.

Alasannya, semua gerai mitra bakal dilengkapi dengan fasilitas transaksi digital agar dapat melayani pembelian online dan kerjasama dengan dompet digital.

Dede mengaku, persaingan di sektor usaha ini semakin terasa ketat. Selain makin menjamurnya brand-brand baru, para pemain lama mulai membuat berbagai macam promosi seperti potongan harga dan lainnya.

Agar dapat bertahan, dia bersama manajemen menaikkan anggaran promosi. Tujuannya, agar bisa memberikan diskon lebih banyak kepada konsumen.   


Reporter: Denisa Kusuma, Elisabeth Adventa, Tri Sulistiowati, Venny Suryanto
Editor: Johana K.

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0455 || diagnostic_web = 0.3536

Close [X]
×