kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Masih ada potensi mengulur laba mi


Minggu, 14 Januari 2018 / 16:55 WIB
Masih ada potensi mengulur laba mi

Reporter: Elisabeth Adventa, Jane Aprilyani, Maizal Walfajri, Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Mi menjadi salah satu santapan populer di Indonesia. Buktinya, selalu ada citarasa mi yang khas dari setiap daerah. Inilah yang membuat potensi bisnis mi begitu besar. Sejumlah pelakunya  menawarkan kemitraan.    

Kali ini, KONTAN akan mengulas beberapa pelaku kemitraan usaha mi, seperti Bakmi Gang Kemurnian, Mie Cowboy dan Mie Ayam & Hot Plate Eddy Group. Bagaimana kondisi dan prospek mereka? Ikuti tulisan berikut:

Bakmi Gang Kemurnian
 

Usaha besutan Darwin Alexandra asal Bali ini tak banyak berubah. September 2016, KONTAN pernah mengulas usahanya dan hingga saat ini tak ada penambahan jumlah gerai.

Bakmi Gang Kemurnian yang berdiri pada 2009 dan dimitrakan, pada 2015 ini baru membuka tiga gerai mitra di Bali dan Cikarang, Jawa Barat. Begitu juga, Darwin belum membuka cabang miliknya.  

Selain jumlah gerai, paket investasinya juga tak berubah.  Bakmi Gang Kemurnian ditawarkan mulai dari paket Rp 35 juta untuk mitra di wilayah Bali dan Rp 50 juta untuk mitra di luar Bali.

Mitra akan mendapat bahan baku awal, kartu nama dan nota, bantuan marketing online, banner dan pelatihan karyawan. Mitra paket kedua mendapat tambahan bahan baku mentah.

Kerjasama kemitraan berlangsung setahun. Setelah itu, mitra cukup membayar nilai franchise yang diinginkan dan memasok bahan baku dari pusat. Tak ada biaya royalti. Darwin sengaja tak mengubah aturan kemitraan untuk mengundang minat calon mitra.  

Bakmie Gang Kemurnian menyajikan berbagai menu, seperti bakmie keriting, bakmie lebar, bakmie yamin, bakmie/bihun/kwetiau goreng, nasi goreng, bakso, pangsit goreng dan lainnya. Harga menunya tetap, mulai Rp 15.000-–Rp 55.000 per porsi.

Namun, Darwin mengganti nama usahanya dengan Bakmie Yamin Jakarta. Penggantian nama ini baru dilakukannya sekitar tiga bulan lalu dengan alasan agar terlihat sama dengan produk yang dijual yaitu mie yamin.  




TERBARU

Close [X]
×