kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.003,68   -4,60   -0.46%
  • EMAS991.000 1,02%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Masih Diminati, Simak Sektor Startup yang Alami Kenaikan Pendanaan di Tahun Ini


Rabu, 09 November 2022 / 05:35 WIB
Masih Diminati, Simak Sektor Startup yang Alami Kenaikan Pendanaan di Tahun Ini


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Total nilai transaksi pendanaan startup yang dilakukan investor terlihat turun di semester I-2022. Namun, tetap ada beberapa sektor yang mengalami kenaikan pendanaan di paruh pertama tahun ini.

Laporan e-Conomy SEA yang merupakan riset oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan sektor-sektor baru seperti foodtech, SaaS, Web3, dan lainnya semakin menarik minat investor.

Tercatat, kenaikan nilai investasi pada sektor ini hampir dua kali lipat di paruh pertama 2022 sebesar US$ 900 juta. Mengingat, di semester pertama tahun 2021, nilai investasi untuk sektor tersebut hanya US$ 600 juta.

Tak hanya itu, investasi pada media digital di enam bulan pertama 2022 juga meningkat dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Hal ini berbanding lurus dengan penggunaan layanan terkait seperti video-on-demand, music-on-demand, dan gaming.

Baca Juga: Investor Semakin Selektif, Pendanaan Terhadap Startup Menurun

“Konsumen digital terus meningkat, dengan pemakaian lebih sering dibandingkan dengan rata-rata di Asia Tenggara, meskipun dengan durasi yang lebih rendah,” tulis laporan tersebut.

Selanjutnya, ada layanan keuangan digital yang menjadi sektor yang paling menarik bagi investor dengan peluang investasi yang kerap ditawarkan di pasar Indonesia.

Layanan keuangan digital tercatat mengumpulkan sekitar US$ 1,3 miliar di paruh pertama 2022, dengan mengalami kenaikan dari periode sama tahun lalu yang hanya sekitar US$ 600 juta.

Di sisi lain, sektor yang menunjukkan minat investor turun ialah sektor e-commerce. Dimana, dari periode semester pertama 2021 yang bisa meraup pendanaan sekitar US$ 3,1 miliar kini menjadi US$ 800 juta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×