Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Masih langka, tarif adopsi kucing tanpa bulu mahal

Minggu, 25 November 2018 / 06:30 WIB

Masih langka, tarif adopsi kucing tanpa bulu mahal

KONTAN.CO.ID - Jika Anda penyuka kucing, boleh jadi, tak asing dengan kucing tanpa bulu. Kucing ras Canadian hairless ini masih populer dikalangan pencinta kucing.

Bentuk fisiknya yang nyaris tanpa bulu, namun berotot, dan punya mimik muka berbentuk segitiga serta hidung pendek, membuat kucing ini terlihat unik dan berbeda dari lainnya. Kucing yang juga disebut Sphynx ini merupakan hasil rekayasa genetika.

Sekitar tahun 1960, sepasang kucing asal Kanada berbulu pendek melahirkan anakan tanpa bulu. Dianggap unik, kucing ini pun lantas dikembangbiakkan. Lalu, Cat Fanciers Association (CFA) memutuskan jenis kucing ini sebagai ras Canadian hairless.

Sayangnya, tahun 1971 asosisasi menarik kembali keputusannya karena ada masalah kesehatan dan perkembangbiakkan. Saat itu disimpulkan bila gen yang berhubungan dengan tidak ada bulu dianggap mematikan, sehingga kucing ini menjadi punah.

Di tahun 1975, anakan kucing tanpa bulu kembali muncul dan saat itu para breeder mulai mengembangbiakkannya. Sampai dengan hari ini, Sphynx sudah tersebar di banyak negara termasuk Indonesia.

Rizka Yuli, breeder asal Banyuwangi, Jawa Timur sekaligus pemilik Osing Cattery mengatakan, kucing ini masih cukup diminati. Tak hanya sebagai hewan peliharaan, tapi juga diikutkan dalam kontes.

Meski sudah masuk ke pasar lokal lebih dari lima tahun lalu, harga adopsi kucing ini masih tinggi. Sebab, karakter fisiknya unik serta tingkat kualitas kucing yang terjaga dan bersertifikat.

Perempuan 31 tahun ini membanderol kucing betina mulai Rp 7 juta-Rp 15 juta per ekor. Sedangkan, harga kucing jantan mulai Rp 6 juta-Rp 15 juta per ekor. Penjualan kucing ini telah disertai sertifikat.

Lantaran populasinya masih terbatas, harga Sphynx juga relatif stabil. Dhian Umbara, pemilik Baraski, breeder asal Medan menyebut, dalam lima tahun ini harga kucing asal Kanada ini masih stabil. "Apalagi, breeder di luar Jawa tidak sebanyak di Jawa sehingga harganya lebih bagus," ujarnya.  

Dhian mematok harga kucingnya Rp 20 juta per ekor. Rata-rata umur kucing yang bisa diadopsi sekitar empat bulan. Namun, pembeli sudah bisa memesan kucing incarannya saat umurnya masih 1,5 bulan.

Umur pelepasan kucing ini ditentukan untuk memastikan anakan telah melewati vaksi pertama dan sehat. Sebab, beberapa kucing tidak memiliki imun yang baik sehingga mati setelah pemberian vaksin pertama.

Dhian bilang, kucingnya banyak diadopsi oleh pecinta kucing yang kerap ikut ajang kompetisi. Konsumen datang dari Batam, Medan, Jakarta, Banjarmasin dan lainnya.

Dhian sendiri mulai mengembangbiakkan Sphynx sejak empat tahun lalu. Ia membeli indukan dari seorang breeder di Pulau Jawa dan juga mendatangkan langsung dari Rusia. Tujuannya, supaya dapat menggasilkan anakan berkualitas.       


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0500 || diagnostic_web = 0.4010

Close [X]
×