kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,66   21,15   2.82%
  • EMAS904.000 -1,74%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Masker kain kini menjadi bisnis inti pebisnis konveksi


Sabtu, 25 April 2020 / 10:05 WIB
Masker kain kini menjadi bisnis inti pebisnis konveksi

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masker kain sekarang menjadi "kebutuhan pokok" di tengah wabah virus korona. Terlebih, setelah pemerintah mewajibkan masyarakat memakai masker, khususnya masker kain, saat keluar rumah atau beraktivitas di luar ruangan.

Imbasnya, permintaan masker kain pun melonjak. Ini terlihat di media sosial, grup percakapan instan, dan jalan raya, banyak yang menawarkan masker kain sebagai salah satu pelindung dari virus korona.
 
Begitu dengan para pembuat yang tadinya tidak memproduksi, kini, malah ketiban pulung dari membikin masker. Salah satunya: pebisnis konveksi.
 
Ambil contoh, Hikari Gutomo, pemilik Jaya Abadi Promosindo, usaha konveksi yang biasanya memproduksi seragam kantor dan sekolah. Lantaran wabah korona, produksi seragamnya terhambat karena keterbatasan bahan baku dari pemasok serta keterlambatan order dari para konsumen.
Saat bersamaan, ia mendapat pesanan masker kain dari seorang teman yang ingin mendonasikannya bagi para janda, anak yatim, dan warga yang membutuhkan. "Jadi, awalnya tidak ada niat membuat masker kain, tapi ada permintaan dari teman untuk donasi," kata Hikari kepada KONTAN.
Berawal dari membantu sang teman, tak disangka, pesanan masker kain justru datang makin deras. Ada yang dipakai sendiri atau untuk dijual kembali.
Kini, Hikari sanggup memproduksi 50 lusin (600 helai) sampai 120 lusin (1.440 helai) masker kain. Masker bikinannya terbuat dari kain jenis sponbound, cotton combed, oxford, katun.
 
Untuk membuat masker tersebut, dia dibantu delapan penjahit yang bekerja di rumah produksinya di daerah Pabuaran, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Ia membanderol masker kain buatannya dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 50.000 selusin.
 
Kalau ada konsumen yang berminat membuat masker di tempat produksinya, maka harus pre order terlebih dahulu. Sebab, Hikari tidak mempunyai stok masker kain jadi. Lamanya proses pemesanan sampai jadi berlangsung antara tiga hari sampai satu minggu.



TERBARU

[X]
×