kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mau belajar memanah, yuk ke Kampung Panahan! (1)


Minggu, 11 November 2018 / 06:55 WIB
Mau belajar memanah, yuk ke Kampung Panahan! (1)


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Bagi Anda penggemar panahan, Anda bisa menyambangi salah satu daerah yang terkenal memiliki banyak tempat latihan memanah. Salah satunya di Kampung Panahan. Kampung ini terletak di di sekitar kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat.

Letak Kampung Panahan Depok tidak jauh dari stasiun Depok Baru, sekitar 4 - 5 kilometer (km). Anda bisa menjangkau Kampung Panahan dengan transportasi umum menggunakan kereta commuterline (KRL) maupun dengan kendaraan pribadi. Tempat latihan memanah di Kampung Panahan ini tersebar di beberapa perumahan sekitar Tanah Baru dan Beji.

"Awalnya, Kampung Panahan ini digagas karena di sekitar sini ada beberapa pegiat panahan yang punya klub panahan sendiri, salah satunya adalah saya. Entah kebetulan atau bagaimana, di sekitar sini ada sekitar empat klub panahan," jelas Fajar Martiono, pemilik klub BADR Archery saat ditemui KONTAN, Senin (5/11).

Pria yang juga akrab disapa Coach Fay ini mengatakan,  program Kampung Panahan yang dibentuk setahun lalu ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Tidak ada kelanjutan (follow up) dari pihak inisiator untuk melanjutkan program Kampung Panahan tersebut.

Ia menyayangkan berhentinya program Kampung Panahan. Padahal, menurutnya, daerah Depok cukup potensial menjadi kawasan terpadu atau sentra panahan di Indonesia.

"Kampung Panahan itu sudah tidak jalan sekarang. Rencana awalnya memang mau kolaborasi antar klub panahan di sekitar Tanah Baru dan Beji, tapi nggak jalan. Jadi sekarang ya jalan sendiri - sendiri. Klub saya tetap jalan, tiga klub lainnya juga tetap jalan seperti biasa," tutur Fajar.

Hal serupa juga dilontarkan oleh Yudhi Ardian, founder Mata Elang Archery (MEA) Club. Senada dengan Fajar, ia pun mengakui jika program Kampung Panahan tidak berlanjut sampai sekarang. Meski demikian, ia tetap menjalankan klub panahan miliknya seperti biasa.

"Program kolaborasi ini nggak jalan, saya sebenarnya juga nggak paham konsepnya mau bagaimana. Tau-tau diajak buat gabung bikin Kampung Panahan. Saya setuju saja karena sebenarnya gagasan tersebut positif, tapi ternyata nggak jalan," ungkapnya.

Ia mengatakan, program Kampung Panahan Depok tidak berjalan karena faktor koordinasi. Tidak ada koordinasi terpadu atau koordinator pusat yang menyatukan beberapa klub panahan di sekitar Beji dan Tanah Baru, Depok. Alhasil, para pemilik klub kembali mejalankan bisnis panahan seperti biasa.

Sebagai informasi, Kampung Panahan Depok diresmikan pada September 2017 lalu oleh Walikota Depok dan Lurah Tanah Baru. Program tersebut dipelopori oleh Indonesia Archery School Program (INASP) dan didukung Komite Olahraga  Nasional Indonesia (KONI) Depok.

Tujuan awal dibentuknya Kampung Panahan adalah untuk merangkul sejumlah klub panahan di sekitar Tanah Baru, Depok. Awalnya, Kampung Panahan menggandeng tiga komunitas atau klub panahan. Mereka dalah DSR, BADR Archery, dan Mata Elang Archery (MEA).                            

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×