kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Melihat perjalanan Teuku Dharul Bawadi merintis usaha Bawadi Coffee (3)


Sabtu, 27 Juli 2019 / 11:45 WIB
Melihat perjalanan Teuku Dharul Bawadi merintis usaha Bawadi Coffee (3)

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdiskusi soal industri kopi di Tanah Air memang tak ada habisnya. Selama dua tahun terakhir kopi menjadi komoditas andalan yang naik daun di Indonesia. Permintaan pasar dalam negeri meningkat pesat. Begitu pula dengan pasar luar negeri yang permintaannya juga terus meningkat.

Lonjakan permintaan ini berarti membuka peluang bagi banyak pelaku usaha. Semakin banyak pelaku usaha yang terjun ke industri kopi Tanah Air, persaingan pun kian ketat.

Kondisi ini dirasakan oleh Teuku Dharul Bawadi, pemilik Bawadi Coffee asal Aceh. Menurut dia, persaingan di pasar dalam negeri saat ini kian ketat. Karena itu ia lebih berani membidik pasar luar negeri alias ekspor.

Hasilnya memang sudah terlihat. Sekitar 30% dari total penjualan Bawadi Coffee berasal dari pasar ekspor. Sisanya baru dari pasar lokal.

Meski sudah menggenggam penjualan dominan di pasar domestik, pemilik Bawadi menyatakan tidak mudah bisa mencapai tahap itu. Padahal, kopi bikinan Bawaldi sudah memakai salah satu kopi terbaik di negeri yakni kopi Gayo.

Selain kualitas produk, ada salah satu hal yang harus dilakukan untuk bisa bersaing di pasar kopi nasional yang semakin ketat, yakni branding atau kekuatan merek. "Branding harus kuat, karena percuma punya barang bagus tapi tidak ada branding bisa membuat produk tidak laku," katanya kepada KONTAN.

Untuk memperkuat branding Bawadi Coffee, pria yang hobi travelling ini aktif mengikuti sejumlah pameran, baik di dalam maupun luar negeri. Bawadi Coffee juga menjadi salah satu UMKM binaan Bank Indonesia (BI). Dengan aktif di sejumlah komunitas UMKM, Bawadi Coffee memiliki peluang untuk dapat memasarkan produknya lebih luas.

Selain branding, Bawadi juga menjelaskan pentingnya memiliki kekhasan atau keunggulan produk yang dijual. "Tiap pengusaha sebaiknya tahu keunggulan produknya karena dari keunggulan itu ada nilai yang bisa kita jual," katanya.

Bawadi Coffee sendiri ia klaim punya keunggulan pada citarasa kopi, terutama produk kopi luwak jenis Arabica Gayo. Produk inilah yang membuat kopi tersebut bisa menembus pasar ekspor dan mencuri perhatian. Kopi Luwak Arabica Gayo racikan Bawadi Coffee jadi favorit pasar mancanegara karena memiliki rasa fruity dan dihasilkan langsung hewan luwak liar. Harganya pun fantastis, mencapai Rp 1 juta per kilogram. Inilah yang membuat kopi tersebut menembus delapan negara.

Melihat hasil ini, ia tengah menjajaki pengembangan pasar ekspor ke sejumlah negara, seperti Timur Tengah dan Eropa. "Bisa masuk 7 Eleven karena masuk ke 36 negara," katanya.

(Selesai)



Video Pilihan

TERBARU

×