kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Melihat pola perilaku konsumen di era Beauty 4.0


Rabu, 11 September 2019 / 15:35 WIB

Melihat pola perilaku konsumen di era Beauty 4.0
ILUSTRASI. Produk Kosmetik


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kecantikan berkembang cukup pesat di Indonesia. Bisnis kecantikan, baik berupa produk perawatan sampai gerai yang menawarkan perawatan kecantikan tumbuh subur di sejumlah kota, terutama di kota-kota besar.

Apalagi di era Beauty 4.0 ini, tren kecantikan banyak dipengaruhi oleh para beauty influencer. Munculnya beauty influencer ini menjadi salah satu faktor pendorong bagi kaum hawa untuk memilih produk kecantikan karena percaya dengan review yang diberikan.

Baca Juga: Wanginya Potensi Bisnis Produk Kesehatan dan Kecantikan Organik

Mengamati tren dalam industri kecantikan era 4.0, perusahaan penyedia layanan point of sales (POS), PT Moka Teknologi Indonesia (Moka) merilis hasil risetnya mengenai pola perilaku konsumen di era beauty 4.0.

Data Moka menunjukkan bahwa calon konsumen terlebih dulu berselancar di Instagram maupun Youtube sebelum melakukan perawatan. Di era digital seperti saat ini, semua lini bisnis harus mampu beradaptasi dengan teknologi yang tengah berkembang.

"Di era sekarang, peran media sosial sangat penting, terutama jadi kanal pemasaran. Para pelaku bisnis kecantikan bisa mengunggah konten terbaik mereka mengenai produk, salon, maupun klinik kecantikan mereka," kata Bayu Ramadhan, Vice President Marketing and Brand Moka.

Berdasarkan data internal yang dihimpun Moka selama periode Januari - Juli 2019, ada beberapa temuan mengenai kebiasaan belanja konsumen bisnis kecantikan di Indonesia.

Dari data tersebut, pada tahun ini, perawatan wajah menjadi jenis perawatan terpopuler yang dilakukan konsumen di salon. Pasalnya, wajah merupakan bagian tubuh yang menentukan kesan pertama.

Bayu menjelaskan, jenis perawatan lain yang tak kalah kondang di kalangan pelanggan adalah perawatan rambut, perawatan kuku, eyelash extension , perawatan tubuh, dan waxing.

Untuk perawatan rambut, kegiatan menggunting merupakan perawatan yang paling banyak dilakukan konsumen di salon.

Harga jasa menggunting rambut di Indonesia dipatok bervariasi. Misal, salon di daerah Jabodetabek memasang tarif gunting rambut paling tinggi, yakni mencapai Rp140.000.

Di urutan kedua, ada Bali yang rata-rata mematok harga Rp 10.000-15.000 lebih rendah dibandingkan di Jabodetabek. Kemudian, diikuti oleh salon di daerah Surabaya, Medan, dan Makassar yang mematok tarif sebesar Rp 65.000-80.000.

“Kisaran harga yang diberikan ini bisa jadi referenai bagi pelaku bisnis kecantikan untuk menentukan tarif, agar tidak kemahalan maupun kemurahan,” kata Bayu.

Ia mengatakan jika sebuah salon/ klinik mematok harga lebih tinggi, pastikan salon/ klinik tersebut memiliki faktor X yang mengundang pelanggan untuk datang.

Selanjutnya, untuk perawatan kuku atau nail art menjadi jenis perawatan paling hits sepanjang tahun 2019. Desain kuku yang unik serta tambahan stiker warna-warni menjadi pilihan favorit para konsumen. Perawatan kuku lain yang digemari adalah nail polish serta manicure-pedicure.

"Dari data kami, konsumen paling sering merawat kuku pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat, sekitar pukul 15.00 hingga 16.00," ujar Bayu. Ia memperkirakan jika pada hari kerja konsumen menginginkan perawatan yang cepat, namun berdampak signifikan bagi penampilan.

Baca Juga: Sasar anak muda, KPAS pasang target konservatif sampai akhir tahun


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Noverius Laoli

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0023 || diagnostic_web = 0.1999

Close [X]
×