kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Melihat pola perilaku konsumen di era Beauty 4.0


Rabu, 11 September 2019 / 15:35 WIB
Melihat pola perilaku konsumen di era Beauty 4.0
ILUSTRASI. Produk Kosmetik

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Noverius Laoli

Kemudian, ada satu jenis perawatan yang disinyalir bisa mendatangkan paling banyak keuntungan, meski tidak populer di kalangan konsumen. Perawatan tersebut adalah spa.

Bayu menjelaskan perawatan spa bisa meraup keuntungan lebih banyak dibanding perawatan lain karena harga yang dipatok untuk sekali perawatan cukup tinggi untuk menikmati spa selama 1,5 sampai 2 jam, konsumen harus merogoh kocek hingga Rp 500.000.

Baca Juga: Kompetisi ketat, pendapatan KPAS tercatat mengalami penurunan

Harga tersebut termasuk paling mahal jika dibandingkan pijat atau terapi yang rata-rata sebesar Rp 400.000, perawatan kuku sekitar Rp250.000, dan perawatan rambut sekitar Rp 200.000.

Selain menyediakan jasa perawatan, salon/ klinik kecantikan biasanya juga menawarkan produk berupa shampoo maupun krim perawatan wajah.

Riset Moka menunjukkan bahwa shampo menjadi produk yang paling laris manis dijual di salon maupun klinik kecantikan. Kemudian, diikuti dengan krim jerawat, minyak esensial dan krim malam.

Produk yang dijual di salon biasanya laku karena testimoni dari mulut ke mulut serta kepiawaian pegawai dalam berpromosi.

“Di sinilah pentingnya mengedukasi pegawai agar memiliki pengetahuan yang mumpuni terkait produk-produk yang dijual,” tandas Bayu.

Selain perawatan dan produk favorit, waktu favorit untuk melakukan perawatan di salon juga menjadi informasi yang tak kalah penting bagi pelaku bisnis kecantikan.




TERBARU

Close [X]
×