kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Melirik bisnis oleh-oleh khas Jakarta


Kamis, 25 September 2014 / 17:25 WIB

Melirik bisnis oleh-oleh khas Jakarta


Membeli buah tangan ketika berwisata ke suatu daerah sudah menjadi aktivitas yang sulit untuk ditinggalkan. Makanan atau camilan khas daerah menjadi salah satu yang paling populer dipilih wisatawan. Oleh sebab itu banyak pelaku usaha melirik penjualan oleh-oleh khas daerah sebagai bisnisnya.

Salah satunya adalah Hengky Eko. Dia berniat mengangkat pamor oleh-oleh khas Jakarta dengan menjual produk khas Betawi bernama Lapis Lenongku. Lilik Sri, staf pemasaran Lapis Lenongku menyampaikan, gerai Lapis Lenongku sudah berdiri sejak September 2013. Gerai pertama beroperasi di Stasiun Gambir, Jakarta. Untuk meluaskan pemasaran produk, si pemilik usaha juga membuka tawaran reseller seiring pembukaan gerai pertama tersebut.

Belakangan, Lapis Lenongku juga menawarkan sistem kemitraan usaha sejak Agustus 2014.  Saat ini, Lapis Lenongku sudah memiliki 5 gerai milik pusat di antaranya berada di Terminal Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta dan di Pondok Gede yang sekaligus sebagai pusat produksi. Lantaran masih baru menawarkan kemitraan, hingga kini Lapis Lenongku belum memiliki mitra usaha. Sementara reseller sudah ada 10 orang yang tersebar di Jakarta.

Harus gencar promosi

Jika tertarik bergabung, Lapis Lenongku menyiapkan dua paket investasi, yaitu paket booth Rp 15 juta dan tipe outlet Rp 75 juta. Untuk paket booth, mitra akan mendapat satu set booth, tenda, keranjang roti, seragam karyawan, dan bahan baku awal semua varian sebanyak 40 kotak.  

Sedangkan untuk paket outlet, mitra akan mendapat etalase, peralatan usaha, seragam karyawan dan bahan baku awal sebanyak 200 kotak dan peralatan promosi. "Lokasi usaha paling baik adalah pusat perbelanjaan yang letaknya tidak jauh dari bandara dan stasiun," kata Lilik.

Kemitraan ini tidak ada jangka waktu kontrak. Mitra tidak diwajibkan membayar biaya royalti, namun harus memasok kue dan kemasan dari pusat. Lapis Lenongku menjual kue lapis dengan beberapa pilihan rasa dan brownies kukus. Harga jual sekitar Rp 35.000 per pak.

Dalam sebulan mitra diprediksi dapat mengantongi omzet sebesar Rp 30 juta dengan laba bersih sekitar 35%. Jika estimasi tercapai, balik modal sekitar enam bulan hingga 12 bulan.

Lilik mengklaim Lapis Lenongku memiliki keunggulan rasa serta teksturnya yang lembut karena berasal dari resep yang diciptakan oleh pemiliknya sendiri. Selain itu di belakang kemasan ada informasi sejarah tentang tempat-tempat wisata di Jakarta seperti TMII, Ancol, Tugu Tani, dan Monas sebagai ciri khas.

Khoerussalim Ikhsan, pengamat waralaba dari Entrepreneur College, bilang, lantaran kue lapis khas Jakarta belum sepopuler kue lapis Surabaya, hal ini membuat pemilik usaha harus lebih gencar berpromosi untuk memperkuat brand. Selain itu, ada baiknya jenis kue yang ditawarkan lebih beragam sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan  oleh-oleh.           n

Lapis Lenongku         
Jalan Raya Hankam, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.
HP: 081212565799


Reporter: Rani Nossar
Editor: Rizki Caturini

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0008 || diagnostic_web = 0.1776

Close [X]
×