kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.014,65   8,27   0.82%
  • EMAS955.000 1,06%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Memasuki Tahun Ketiga, Gokomodo Dorong Solusi Rantai Pasok Perkebunan dan Komoditas


Minggu, 14 Agustus 2022 / 16:35 WIB
Memasuki Tahun Ketiga, Gokomodo Dorong Solusi Rantai Pasok Perkebunan dan Komoditas
ILUSTRASI. Gokomodo Sediakan Platform Rantai Pasok Agribisnis dan Komoditas.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada saat Samuel Tirtasaputra, CEO dan Co-Founder Gokomodo, mendirikan Gokomodo, Gokomodo memiliki tujuan untuk mengatasi permasalahan nyata yang dihadapinya sebagai pelaku industri perkebunan dan komoditas selama kurang lebih 20 tahun. Permasalahan tersebut meliputi inefisiensi proses pengadaan barang, persaingan harga produk, dan keterbatasan akses informasi. 

Hal itulah yang menjadi pendorong visi misi Gokomodo yaitu memberikan efisiensi, keuntungan, dan kesejahteraan bagi para pemangku kepentingan, baik perusahaan, KUD, Toko Tani, atau petani dengan mendukung kemajuan rantai pasok perkebunan dan komoditas. 

Menginjak tahun ketiga, Gokomodo berhasil membuktikan bahwa mereka semakin kuat dalam memberikan solusi untuk rantai pasok perkebunan dan komoditas. 

“Bertambahnya jumlah customer Gokomodo, baik corporate maupun retail, merupakan bukti bahwa Gokomodo telah berhasil membangun kepercayaan dari banyak mitra. Gokomodo pun dapat lebih mudah menggali lebih dalam kebutuhan yang paling tepat untuk mereka dan meningkatkan pelayanan dari waktu ke waktu,” ujar Antonius Prabowo, Chief Commercial & Distribution Gokomodo dalam keterangannya, Minggu (14/8).

Baca Juga: Diri Care Raih Pendanaan Awal Sebesar USD 4,3 juta oleh East Venture & Sequia Capital

Ke depannya, Gokomodo ingin terus berfokus meningkatkan pelayanan untuk mitra dan pengguna serta mengembangkan sistem digitalisasi untuk memberikan solusi nyata bagi seluruh pelaku bisnis agrikultur di Indonesia. 

Di tahun ini, Gokomodo berencana untuk membangun Tokomodo di empat belas provinsi Indonesia serta berencana melakukan ekspansi ke industri lain di luar perkebunan dan komoditas. Fokus utama Gokomodo terletak pada kemajuan bisnis dan teknologi untuk mensejahterakan pelaku bisnis agrikultur diharapkan dapat membawa Gokomodo meraih status unicorn dan go-IPO. 

Harapan tersebut tentu saja didukung dengan pencapaian yang telah diraih Gokomodo, baik dari segi pendanaan, model bisnis, pertumbuhan pelanggan, hingga ekspansi produk. 

Pemangku kepentingan dalam ekosistem Gokomodo meningkat secara pesat sejak didirikan, total luas perkebunan milik perusahaan-perusahaan perkebunan yang terdaftar di platform Gokomodo adalah seluas 1.500.000 hektar, sebanyak tiga ribu perusahaan vendor telah terdaftar dalam ekosistem digital Gokomodo, dan Gokomodo telah menyentuh total Gross Transactional Value (GTV) sebesar US$ 333 juta.

Gokomodo berhasil menunjukkan kemajuan dengan melakukan ekspansi produk B2B commerce, peluncuran hub pertama Gokomodo, pembukaan Tokomodo pertama di area Jawa Barat, serta pengembangan titik-titik distribusi untuk memperluas jangkauan layanan Gokomodo. 

Baca Juga: Rayakan HUT Ke-45, SRO Catatkan Kinerja Positif di Tengah Dinamika Perekonomian Dunia

Menginjak tahun ketiga, William Pramana selaku Chief Technology Officer Gokomodo, mengungkapkan tantangan terbesar yang dilalui sejak Gokomodo didirikan adalah membangun tim yang tepat dan yang percaya dengan visi Gokomodo.

Sehingga tahun ini, seluruh tim cabang pusat dan regional Gokomodo mengadakan acara birthday outing dengan harapan perayaan ini dapat meningkatkan rasa kebersamaan karyawan dan juga untuk membangun tim yang semakin solid untuk membawa visi Gokomodo.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×