kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Membasuh ampas kopi menjadi bisnis yang menyegarkan


Sabtu, 15 Februari 2020 / 12:10 WIB
Membasuh ampas kopi menjadi bisnis yang menyegarkan

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk berbahan kopi kini makin banyak saja penggemarnya. Mulai dari aneka minuman kopi, aroma biji kopi, hingga ampas kopi. 

Ampas kopi malah sudah dipakai sebagai salah satu bahan pembuatan perawatan tubuh. Beberapa orang pun sudah membuat produk perawatan tubuh dengan menggunakan ampas kopi 
 
Beberapa orang pun sudah membuat produk perawatan tubuh dengan menggunakan ampas kopi. Salah satunya adalah Sabrina Le Oktafia, pemilik Coffee For Body.
Awal mula Sabrina terjun ke usaha produk perawatan tubuh adalah dari kegemarannya kongkow-kongkow di kedai kopi. Di sana ia mendapati banyak kedai kopi yang langsung membuang ampas kopi setelah meracik minuman kopi. Ia pun terpikir untuk memanfaatkan ampas tersebut. "Dari situ saya coba mencari khasiat kopi lebih dalam sambil bereksperimen," katanya kepada KONTAN.
Ia pun mencari  info mengenai manfaat ampas kopi lebih lanjut. Dari informasi dan eksperimen yang ia lakukan, lantas tercetus ide membuta lulur dan sabun dari ampas kopi.
Usaha ini belum setahun ia jalani. Saat ini baru ada dua produk yang dijajakan yakni  coffee body scrub dan coffee body wash. Ia mengklaim, ampas kopi itu punya khasiat baik bagi kulit karena punya kandungan antioksidan bisa mengurangi racun dalam tubuh. Selain itu aroma kopi bisa membuat pikiran orang menjadi rileks.
Ia biasanya mencari bahan baku ampas kopi di kedai kopi di  Jalan Kaliurang Yogyakarta.  Produk yang ia hasilkan dibanderol Rp 35.000, baik itu untuk sabun maupun lulur badan.
 
Lantaran terbuat dari produk alami dan tanpa bahan pengawet, ia mengklaim produk buatannya aman untuk digunakan. "Kami memakai bahan organik untuk keamanan produk," tuturnya.
 
Untuk sementara, produk tersebut ia pasarkan via online di media sosial miliknya. Pembelinya kebanyakan kaum muda dan sudah menjangkau luar Yogyakarta hingga Kalimantan.  Hasilnya, saban bulan dirinya sanggup menjual minimal 10 liter sampai 20 liter produk perawatan tubuh baik itu sabun atau lulur perawatan tubuh.
 
Sayang, ia tidak menyebutkan dengan jelas pendapatannya termasuk berapa modal usahanya. Ia cuma bilang bakal melakukan tambahan produk lainnya, seperti untuk masker dan body lotion. 
 
Djoko Kurniwan, konsultan usaha dari DK Consulting berharap Sabrina lebih fokus memperhatikan keamanan dari produk yang ia buat lantaran produk tersebut adalah untuk perawatan tubuh. "Penyimpanan ampas kopi di tiap kedai tidak standar dan secara keamanan tetap kurang," katanya kepada KONTAN.
 
Selain itu, ia sarankan proses produksinya harus sesuai dengan arahan dari instansi terkait.                   




TERBARU

Close [X]
×