Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.205
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS623.158 -0,48%

Memetik hasil berkebun mangga jumbo kio jay

Jumat, 02 Februari 2018 / 11:05 WIB

Memetik hasil berkebun mangga jumbo kio jay
ILUSTRASI.



KONTAN.CO.ID - Pohon mangga menjadi salah satu jenis pohon yang banyak ditanam di halaman rumah. Para pehobi juga menyukai menanam pohon ini di lahan mereka. Karakter pohonnya yang cukup rindang bisa menjadi peneduh bagi  tanaman lainnya atau memang peneduh halaman rumah. Selain itu, buahnya yang dapat dikonsumsi menjadi daya tarik lainnya.

Jenis mangga yang kini sedang naik daun adalah mangga kio jay. Berasal dari Thailand, buah mangga ini tampak lebih besar dari mangga lokal. Berat satu buah saja bisa mencapai 1,5-2 kilogram (kg). Rasa dagingnya manis, teksturnya lembut tanpa serat, bijinya tipis dan berdaging buah tebal.

William Soejokto, pembudidaya asal Jakarta menilai potensi bisnis mangga kio jay masih sangat besar. Apalagi bila dikembangkan untuk sektor pertanian, karena sampai sekarang belum ada petani yang mencobanya mangga jenis ini.

Sekadar info, dia mulai membudidayakan mangga asal negeri gajah putih ini sekitar empat tahun lalu dengan membeli bibit dari seorang temannya. Kini dia mempunyai sekitar 60 pohon induk dan ratusan bibit yang berusia tiga hingga empat bulan.

William menyatakan, permintaan sampai sekarang masih tetap tinggi. Dalam sebulan, dia pun bisa mengirim ribuan bibit ke lahan pembelinya.  

Pembudidaya yang mempunyai lahan di Jakarta Barat ini mematok harga jual bibit kio jay mulai dari Rp 50.000 untuk ukuran polybag 25 cm, Rp 75.000 untuk polybag berdiameter 35 cm, dan Rp 600.000 untuk pohon setinggi 2,5 meter dengan diameter batang 5-6 m.

Konsumennya merata dari Sabang hingga Merauke. Untuk pengirimannya, dia menggunakan jasa logistik udara, laut, dan darat.

Pembudidaya lainnya adalah Hasan Mustofa asal Majalengka, Jawa Barat. Dia mengatakan, meski sedang naik daun, penggemar tanaman ini masih terbatas pada perseorangan. "Saya rasa petani enggan menanam mangga jenis karena belum ada pengepul yang mau menampung hasil panennya," katanya.

Padahal saat mengetahui rasa buahnya yang enak dan ukurannya yang jumbo, siapa pun yang melihatnya pasti akan mau beli. Alhasil, dalam sebulan dia hanya dapat menjual sekitar ratusan bibit pohon untuk wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Lampung, dan Bengkulu.

Harganya pun dipatok mulai dari Rp 50.000-Rp 100.000 per polybag pohon tiga sampai empat bulan, Rp 2,5 juta untuk pohon setinggi satu meter dengan kondisi rindang alias banyak daun.

Saat ini dia memiliki sekitar 10 induk yang dikembangkan di area perkebunan Majalengka, Jawa Barat.          


BUDIDAYA TANAMAN

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.1160 || diagnostic_web = 0.5210

Close [X]
×