kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Memetik manisnya bisnis anggur ninel (2)


Sabtu, 11 Januari 2020 / 13:20 WIB
Memetik manisnya bisnis anggur ninel (2)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siapa sangka biaya membudidayakan anggur ternyata tidak semahal harga jual yang harus dibayar oleh konsumen. Justru buah anggur ini tidak rewel karena bisa ditanam di areal yang tidak khusus. Tidak perlu di kebun, tapi bisa di pekarangan rumah saja. Yang penting ada sinar matahari cukup.

Inilah salah satu cara untuk  membudidayakan anggur ninel. Anggur asal Ukraina yang tengah naik daun ini memang mencuri perhatian para pembudidaya anggur. Lantaran punya ukuran buah yang lebih besar dari rata-rata ukuran buah anggur dan rasanya yang lebih manis. 
 
Rio Aditya, pemilik Satriya Grape Farm asal Bantul, Yogyakarta saat ini mengandalkan anggur ninel sebagai komoditas yang layak jual. Tak cuma buahnya tapi juga budidaya pembibitannya.
 
Untungnya, menanam anggur termasuk jenis ninel ini tidaklah terlalu sulit. Yang penting tanaman anggur harus cukup terkena sinar matahari. Artinya, tanaman ini cocok ditanam di iklim tropis seperti di Indonesia.
 
Yang harus menjadi perhatian adalah daerah tempat menanam ninel. Rio sarankan anggur ninel tidak ditanam di daerah dengan ketinggian di atas 700 mdpl. Semakin tinggi tanaman anggur ditanam, tingkat kemanisannya bakal berkurang. "Di bawah 700 mdpl akan manis dan di atasnya bakal semakin masam," katanya kepada KONTAN.
 
Setelah tahu kondisi geografis yang cocok bagi anggur ninel untuk dibudidayakan, bagi yang berminat membudidayakan tanaman ini juga masih perlu memperhatikan satu hal lainnya yakni rajin membuang tunas air yang ada di ketiak daun. Tujuannya adalah supaya tanaman anggur cepat menjalar dengan cepat dan tidak menjadi kerdil. Proses pembuangan tunas itu harus sudah dilakukan saat tanaman masih kecil.
 
Jika sudah tahu kondisi tersebut, tinggal mempersiapkan langkah budidaya anggur ninel. Langkah pertama, menurut Kustiyah, pembudidaya anggur ninel asal Bantul adalah membuat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm, dan kedalaman yang sama. 
 
Lubang diisi dengan campuran 50% tanah, 25% sekam dan sisanya pupuk kandang. Lantas media tanam tersebut didiamkan selama dua minggu. "Baru setelah itu ditanami bibit yang sudah diberi penyangga supaya tidak roboh," tutur Kustiyah.
 
Setelah tiga minggu, bibit anggur ninel diberi kembali pupuk supaya pertumbuhannya bisa terjaga. Langkah berikutnya tinggal mengawasi perkembangan bibit dan membuang tunas air supaya cepat besar.
 
Setelah delapan bulan, tanaman anggur ninel mulai berbunga. Dan sekitar satu tahun mulai berbuah. Saat buah muncul dan masih kecil, ada baiknya membuang beberapa buah anggur. Supaya buah anggur ninel bisa tumbuh besar mencapai ukuran 3 cm. 
 
Saat panen ada baiknya ninel dibungkus untuk hindari hama lalat buah.    
 
(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×