kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45788,56   1,37   0.17%
  • EMAS1.011.000 -0,10%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Memijat alur hoki dari klinik pijat Nacik


Rabu, 07 Mei 2014 / 15:02 WIB
Memijat alur hoki dari klinik pijat Nacik

Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Rizki Caturini

Bersantai dan relaksasi menghilangkan kelelahan dan kepenatan setelah selama seminggu bekerja menjadi kegiatan yang lumrah bagi masyarakat modern di akhir pekan. Salah satu caranya adalah dengan mengunjungi rumah pijat. Ceruk pasar itulah yang ditangkap Muhammad Taufik Usman. Sejak 2001 silam dia mendirikan usaha jasa pijat bernama Klinik Nacik.

Hingga saat ini Taufik telah memiliki tiga gerai yang berada di Jakarta dan Tangerang. Agar usahanya bisa cepat berkembang, Taufik menawarkan kerjasama kemitraan sejak 2013. Ada dua mitra yang sudah bergabung yang berlokasi di Banjarmasin dan Semarang.

Tidak hanya memberikan jasa pijat, Klinik Nacik juga menawarkan fasilitas pengobatan dan sekolah pijat. Taufik sendiri yang menjadi pengajar di sekolah pijatnya dan dia menciptakan gerakan-gerakan pijat sendiri. Taufik mengaku sudah mahir memijat sejak masih remaja. Taufik mengklaim cara memijat di tempat usahanya berbeda dengan tempat pijat kebanyakan.

Tertarik dengan tawaran kemitraan Klinik Nacik? Paket investasi yang ditawarkan sebesar Rp 75 juta. Nilai sebesar itu belum termasuk sewa tempat. Yang perlu diingat, kemitraan ini mengenakan biaya royalti sebesar 8% dari omzet dan kontrak kerjasama selama lima tahun.

Perhatikan terapis

Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan standard operating procedure (SOP) untuk manajemen, sistem pembukuan, pelatihan karyawan, konsultasi, seluruh produk bahan baku awal, branding, dan karyawan. Untuk satu gerai yang baru buka biasanya pemilik waralaba akan menempatkan sekitar enam karyawan.

Soal ukuran tempat usaha, Taufik mensyaratkan luas tempat minimal ruko dua lantai atau sekitar 4 meter (m) x 15 m.  Harga jasa pijat di tempatnya berkisar Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per jam.

Menurut Taufik, dalam satu bulan, Klinik Nacik mampu meraup omzet sekitar Rp 50 juta. Setelah dikurangi biaya bahan baku, gaji karyawan dan biaya sewa tiap bulan, mitra masih mendapatkan laba bersih sekitar 40% dari omzet tiap bulan. Menurut perhitungan Taufik, mitra sudah bisa mendapatkan modalnya kembali sekitar satu tahun.

Konsultan bisnis waralaba dari Proverb Consulting, Erwin Halim mengatakan, bisnis rumah pijat memang mempunyai pasar tersendiri. Bisnis rumah pijat yang sekaligus menawarkan pengobatan memang bisa dikembangkan di seluruh kota di Indonesia.

Perihal nilai investasi dan waktu balik modal, Erwin menilai tawaran ini masih wajar. Hanya saja, yang perlu diperhatikan oleh pemilik dan mitra adalah tenaga terapis. Sebab bila terapis sudah merasa mahir mereka cenderung akan membuka bisnis sendiri dan membawa konsumennya. “Jadi harus diperhatikan untuk mengelola loyalitas para terapis ini,” ujar Erwin.                           n

Klinik Nacik          
Jln. Borobudur Raya Blok B No. 07, Ruko Sentra Karawaci Perum II, Tangerang, Banten,

Telp. (021) 55654004



TERBARU

[X]
×