kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.170
  • EMAS672.000 0,90%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Memotret sajian tematik di studio foto

Sabtu, 17 November 2018 / 07:55 WIB

Memotret sajian tematik di studio foto

KONTAN.CO.ID - Selembar foto bisa menjadi kenangan seumur hidup. Itulah yang kita rasakan bila melihat foto-foto masa lampau. Baik dengan keluarga, kerabat maupun teman-teman sekolah.

Dulu, banyak orang mengambil gambar di studio foto. Terutama, saat ingin menggenapi momen-momen berharga. Namun, seiring kehadiran ponsel pintar yang didalamnya terselip kamera nan canggih, studio foto seakan ditinggalkan.

Tapi, tentu saja para pemainnya tak ketinggalan akal. Mereka berkreasi dengan membuat studio foto tematik. Seperti yang dilakukan oleh Lukman Sinara yang mendirikan Studio Sinten sejak 2013. Tema tradisional Indonesia tempo dulu (era tahun 1920-1970-an) menjadi kekuatan Studio Sinten.

Lukman mengatakan, sejak dulu memang sudah mengusung tema budaya dalam pemotretannya. Ia juga melihat bahwa potensi usaha ini masih sangat bagus,  selain memperkenalkan budaya Indonesia, orang-orang juga lebih menghargai budaya-budaya negeri ini.  "Bisnis ini masih bagus potensinya apalagi untuk beberapa kota besar di luar Jawa," tuturnya kepada KONTAN.

Lukman pun sangat meyakini, bisnis ini akan bertumbuh pesat karena adanya unsur pengenalan, pembelajaran dan pengalaman tentang budaya Indonesia. Setiap kali mengambil gambar, ia sangat memperhatikan cara berpakaian, perabot dan aksesoris, serta pose foto dan tata cara sesuai pakaian daerah yang dikenakan. Hal ini juga menjadi nilai lebih dan keunggulan dari Studio Sinten.

Tak hanya di Yogyakarta, kini Lukman sudah membuka Studio Sinten di tiga kota besar lainnya. Yakni, Jakarta, Bandung dan Bali. Sementara, di Kota Gudeg, dia sudah memiliki tiga cabang.  

Tema-tema yang disuguhkan Studio Sinten ini antara lain tema Jogja tahun 1950-an, Bali tahun 1920-an, Sumedang 1940-an, Batavia Sumpah Pemuda tahun 1980-an. Selain studio foto, konsumen juga bisa mendapatkan fasilitas seperti makeup, hair-do, property asli untuk melengkapi, baju tradisional, editan untuk foto tempo doeloe.

Lukman bilang, "Konsumen juga boleh selfie sepuasnya menggunakan ponsel mereka. Sementara, dari Lukman mereka akan mendapatkan kualitas foto dengan resolusi tinggi dalam bentuk CD maupun flashdisk. "Semua dikerjakan dengan perangkat Apple, jadi kami benar-benar memberikan kualitas yang terbaik bagi pelanggan," kata Lukman.

Lukman memang mengutamakan mutu dan kualitas edit yang lebih berkelas internasional. "Jadi kami utamakan dulu mutu dan hasil jadinya, baik dari pose, tema dan kualitas editing menjadi kelas internasional," tambahnya. Ia mematok tarif paket mulai Rp 250 ribu per orang hingga Rp 2 juta per 10 orang.  

Melihat bisnisnya kian potensial, Lukman pun  menargetkan untuk pembukaan cabang baru lagi tahun ini di kota lain. "Potensinya masih besar, apalagi kelas menengah ke atas sedang naik pesat dan bisa juga untuk mendukung perkembangan pariwisata Indonesia," tambahnya.  

Lewat bisnis ini, Lukman mengaku bisa meraup omzet antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta per bulannya.


Reporter: Elisabeth Adventa, Sugeng Adji Soenarso, Tri Sulistiowati, Venny Suryanto
Editor: Johana K.

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0800 || diagnostic_web = 9.6310

Close [X]
×