kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Menambah penghasilan warga dari budidaya petek (3)


Selasa, 16 Februari 2016 / 11:08 WIB
Menambah penghasilan warga dari budidaya petek (3)

Reporter: Teodosius Domina | Editor: S.S. Kurniawan

Berbagai riset yang dijalani Aang Permana dan rekannya ketika kuliah dulu di IPB membawa perkembangan positif bagi usaha rintisannya. Ikan petek yang banyak ditemukan di Waduk Cirata, Cianjur, bisa diolah dengan cara digoreng dan dibuat camilan.

Awalnya segala sesuatu dia kerjakan sendiri. Permintaan pasar terhadap produk buatannya cukup baik. Tiap hari dia bisa mengolah sekitar 1 kg ikan petek untuk dibuat camilan.

Lama kelamaan penjualannya meningkat. Untuk itu, dia menggandeng warga sekitar yakni ibu-ibu rumahtangga untuk ikut menggoreng ikan. 

Dari awalnya hanya beberapa orang saja, kini ada sekitar 17 ibu-ibu yang membantu menggoreng di rumah produksinya. Bahkan ada sekitar 11 orang ibu-ibu lainnya yang menggoreng di rumah masing-masing.

Warga lainnya pun ikut berkontribusi dengan memasok ikan petek ke tempatnya yang diambil dari sekitar waduk. "Saya senang bisa melihat ada perubahan positif di masyarakat. Tiap pagi nelayan mencari ikan kemudian digoreng oleh ibu-ibu rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan tambahan," ujarnya.  

Camilan yang dia beri merek Crispy Ikan ini dijual ke berbagai toko oleh-oleh. Selain itu, Aang juga membuat situs untuk berjualan lewat toko online.

Usahanya menjadi kian berkibar. Permintaan yang meningkat membuat kesejahteraan masyarakat ikut terangkat. Para ibu yang bekerja dengannya bisa mengantongi upah Rp 1,5 juta per bulan. 

Kini manajemen sudah cukup terorganisir. Tim produksi dan tim pemasaran sudah bisa dibentuk dan berjalan dengan baik. Bahkan ia juga sudah mempunyai kantor pemasaran di Bogor. Isi kemasan tiap tiga bulan dia evaluasi untuk meningkatkan margin. 

Kini Aang membutuhkan bahan baku hingga 2,5 kuintal ikan petek per hari untuk produksi. Dengan jumlah penjualan  800 bungkus Crispy Ikan per hari, omzetnya bisa mencapai Rp 150 juta saban bulan. 

Aang belum berpuas diri. Dia gencar memperkenalkan bisnisnya agar para investor bisa tertarik menyuntikkan modal usaha. 

Caranya, dengan rajin mengikuti lomba kewirausahaan. Salah satunya dengan menjadi pemenang ketiga kategori Wirausaha Paling Berpotensi dalam ajang Shell LiveWIRE Business Start-up Awards 2015.  

Kini Aang juga merintis Empang Kuring Land. Bisnis ini masih terkait dengan Crispy Ikan. Konsepnya mencari investor untuk membiayai operasional kolam-kolam ikan petek yang akan dikelola penduduk desa. 

Nantinya hasilnya akan dibagi kepada investor dan warga desa yang mengelola. “Tapi kendalanya saya masih kesulitan mencari lahan untuk membuat kolam,” imbuhnya Aang.

Harapannya, usaha yang dijalankan bisa menurunkan kesenjangan sosial antara masyarakat desa dengan orang kota dan  taraf ekonomi masyarakat desa bisa membaik.   

(Selesai)




TERBARU

Close [X]
×