Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Menangguk cuan dari larva lalat tentara hitam

Sabtu, 22 September 2018 / 06:45 WIB

Menangguk cuan dari larva lalat tentara hitam

KONTAN.CO.ID - Lalat mengalami fase metamorfosa, sama seperti kupu-kupu. Dalam proses metamorfosa tersebut, bagian yang dapat digunakan sebagai pakan ternak adalah saat berbentuk larva. Saat ini, larva lalat atau yang lebih dikenal dengan istilah maggot inilah yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Ahmad Izzudin Alqosam atau yang akrab disapa Zaky, pemuda asal Depok, Jawa Barat sekaligus pemilik Maggie Farm mengatakan, larva lalat kini kian banyak peminatnya. Maggot berasal dari lalat jenis tentara hitam atau yang sering disebut black soldier flies (BSF).

“Tak semua jenis lalat, larvanya bisa dimanfaatkan jadi pakan ternak. Hanya BSF ini yang bisa karena lalat BSF siklus hidupnya tidak lama. Setelah bertelur, dia mati. Makanya, lebih baik maggotnya dimanfaatkan,” jelas Zaky. Ia sendiri membudidayakan maggot BSF dan lalat BSF sejak tahun 2016 lalu.

Zaky menuturkan, BSF tak hanya dimanfaatkan maggotnya, tapi juga prepupanya. Prepupa merupakan fase setelah larva BSF, kira-kira berumur 2-3 minggu, warnanya berubah menjadi kehitaman atau cokelat muda. Prepupa biasanya dijual sebagai bibit BSF.

Maggie Farm membanderol maggot BSF sekitar Rp 6.000–Rp 8.000 per kilogram (kg). Sedangkan untuk prepupa BSF dibanderol Rp 100.000 per kg. Harga jual tersebut bergantung pada kualitas dan ukuran maggot maupun prepupa. “Baik maggot dan prepupa, banyak permintaannya. Dalam sehari, saya bisa jual sampai 25 kg maggot dan 5-8 kg prepupa,” ujar Zaky. Konsumen Maggie Farm kebanyakan dari sekitar Jabodetabek dan Jawa Barat.   

Berkah maggot BSF juga mengalir pada Putu Dwi Eka Jaya Giri atau yang akrab disapa Jaya, pembudidaya BSF asal Tabanan, Bali. Ia baru membudidayakan maggot awal tahun ini. Meski belum setahun, pria dengan logat khas Bali ini mengatakan permintaan maggot terus meningkat.

“Saya tertarik budidaya maggot BSF ini karena saya sendiri juga ternak lele. Dan waktu itu lagi cari alternatif pakan ternak yang lebih murah. Nah, lalu saya bertemu teman yang juga peternak bebek dan ternyata dia sudah budidaya maggot ini,” terang Jaya.

Sama seperti Zaky, Jaya juga menjual prepupa, bibit maggot BSF, dan telur BSF. Harga prepupa ia patok Rp 75.000 per kg, sedangkan bibit maggot BSF dipatok Rp 150.000 per kg dan telur BSF harganya Rp 35.000–Rp 50.000 per gram.

“Harga bibit maggot di Bali memang mahal, karena saat ini maggot masih sangat langka di sini,” kata Jaya. Menurutnya, permintaan maggot BSF di sekitar Bali dan Lombok sangat menjanjikan. Dalam sebulan, ia bisa menjual prepupa, bibit maggot maupun telur BSF 10–14 ton.          


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0598 || diagnostic_web = 0.4199

Close [X]
×