kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Mencari peluang dari jajajan jadul generasi 90-an (1)


Sabtu, 18 Januari 2020 / 09:55 WIB
Mencari peluang dari jajajan jadul generasi 90-an (1)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi generasi 80-an dan 90-an, tentu tak asing dengan jajanan merek Anak Mas, Mie Fajar, permen karet Yosan, juga mainan kapal-kapalan, kipas kertas, game boy. Tak jarang, banyak yang merasa rindu dengan produk kenangan tersebut.

Tapi, menemukan aneka jajanan nostalgia tersebut saat ini tidaklah gampang. Begitu juga mainan lawas lantaran banyak perajin berhenti produksi.
 
Peluang itu yang Dinda Aneswari, pemilik Mbok Jajan, dan Hery Subakri, pemilik Cah90anYk, tangkap, dengan membuka usaha jajanan, aksesori, serta  mainan era 80-an dan 90-an.  Kebetulan, kedua pebisnis ini sama-sama pencinta produk jadul di masa tersebut.
 
Dinda mulai merintis Mbok Jajan pada 2014 dengan modal Rp 200.000 saja. Ia memang hobi membawa bekal jajanan lawas saat bekerja. Tak disangka, teman kantornya menyukai jajanan yang dia bawa. "Sejak itu kepikiran, kenapa tidak untuk bisnis saja, toh pasarnya ada," tuturnya kepada KONTAN.
 
Selama empat bulan Dinda mulai menjajakan aneka produk jadul via online dan mendapat respons positif. Dari situ, ia mantap membuka toko offline dengan konsep minimarket produk zaman dulu di Jalan Karangkajen Nomor 961 Yogyakarta. Ada empat kategori produk yang dia jual yakni jajanan, mainan, perabotan, dan perawatan lawas. Produk yang laris manis ialah jajanan dan mainan jadul.
 
Dinda membanderol harga jajanan lawas itu mulai Rp 1.500 hingga Rp 25.000 per bungkus, mainan Rp 2.000-Rp 250.000 per unit, serta perabot piring dan gelas yang terbuat dari seng Rp 15.000- Rp 85.000 per unit.
 
Lewat dua cara pemasaran tersebut, Mbok Jajan bisa menjaring banyak pembeli. Saat hari libur, toko offline milik Dinda banyak diserbu pembeli. Sementara di hari biasa, kebanyakan pembelian lewat toko online. 
 
Hasilnya, Dinda bisa mendapat 50 pesanan setiap hari dan meraup omzet hingga puluhan juta rupiah. "Alhamdulillah omzet bisa bertahan selama enam tahun," kata dia tanpa memerinci angkanya.
 
Sedangkan Hery baru memulai bisnis Cah90anYk pada  Mei 2016. Pengalaman usahanya mirip dengan Dinda. Ia suka dengan jajanan jadul dan kerap diminta temannya. 
 
Melihat potensi itu, Hery akhirnya membuka toko Cah90anYk di rumahnya yang beralamat di Jalan Garuda, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Selain itu, dia juga memanfaatkan media sosial serta marketplace untuk memasarkan ragam produk jajanan dan mainan jadulnya. "Saya juga sering membahas hal-hal lainnya yang jadul," ujarnya.
 
Alhasil, saban bulan Hery bisa mendapatkan hingga 100 pesanan, baik jajanan maupun mainan lawas.      
 
(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×