kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mencetak laba usaha waffle ala Hong Kong


Senin, 13 April 2015 / 14:55 WIB
ILUSTRASI. 10 Makanan Rendah Purin yang Baik Buat Asam Urat Tinggi, Bisa Dikonsumsi Rutin!.


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Camilan bergaya Asia memang sedang naik daun, makanya jangan heran bila saat ini banyak bermunculan berbagai macam makanan ala Asia. Sebut saja mulai dari minuman Bubble, makanan penutup ala Taiwan, sampai es krim.

Satu lagi menu yang kini banyak menarik perhatian adalah waffle ala Hong Kong. Bentuk cetakan waffle ini bulat-bulat, tak seperti biasanya yang kotak-kotak. Tidak sedikit dari pebisnis usaha ini menawarkan kemitraan untuk mengembangkan usaha.

Salah satunya adalah Eggio Waffle asal Solo, Jawa Tengah. Erinna Santoso, sang pemilik usaha membuka usaha ini pada tahun 2013 lalu. Sampai sekarang dia sudah memiliki empat gerai milik pribadi yang semuanya berada di Solo.

Erinna langsung membuka kerjasama kemitraan untuk mengembangkan gerai. Gayung bersambut, saat ini dia sudah mempunyai 24 mitra yang bergabung diantaranya berada di Bali, Surabaya, dan Purwokerto.

Jika tertarik membuka usaha ini, Eggio Waffle menawarkan kerjasama kemitraan dengan investasi sebesar Rp 37,5 juta. Dengan modal tersebut, fasilitas yang didapatkan mitra adalah satu unit booth, perlengkapan memasak, perlengkapan promosi, bahan baku awal, pelatihan, dan perlengkapan tambahan lainnya.

Dia tidak mengutip biaya royalti, namun mewajibkan seluruh mitranya untuk mengambil bahan baku dari pusat.

Eggio Waffle menawarkan lima varian rasa seperti vanilla butter, cokelat, moka, dan stroberi. Harga jual dibanderol sekitar Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per porsi. Mitra ditargetkan bisa meraup omzet sekitar Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya bahan baku dan biaya operasional lainnya, keuntungan yang didapatkan mitra masih sekitar 40% dari omzet tiap bulan. Sehingga, dalam waktu tiga sampai empat bulan mitra sudah bisa balik modal. Dengan catatan, lokasi berjualan strategis dan cocok dengan segmen konsumen yang dituju.

Erinna bilang, kelebihan waffle miliknya adalah menggunakan bahan baku pilihan, sehingga aman bagi kesehatan tubuh.

Sepanjang tahun 2015, Erinna menargetkan bisa menggaet 30 mitra baru. Makanya, dia gencar berpromosi melalui media digital seperti Instagram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×