Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.493
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS659.000 0,61%

Mencicip laba segar dan sehat dari selada romaine

Sabtu, 28 Juli 2018 / 14:05 WIB

Mencicip laba segar dan sehat dari selada romaine

KONTAN.CO.ID - Selada merupakan sayuran yang umum bagi masyarakat. Namun, beberapa waktu belakangan, Anda bisa menemukan jenis selada yang agak berbeda di supermarket. Yakni, selada romaine, yang mulai banyak menghiasi deretan rak sayuran bersanding dengan kale, pokcoy, bayam dan sebagainya.  

"Sebenarnya selada romaine ini sudah ada sejak lama. Tapi memang beberapa bulan belakangan, permintaan dari supermarket terus meningkat," kata Muslih, petani selada romaine hidroponik dari Cianjur, Jawa Barat. Muslih sendiri sudah membudidayakan selada romaine dalam delapan tahun terakhir.   

Ia mengatakan, banyaknya permintaan beberapa bulan belakangan datang dari peritel, seperti supermarket. Hampir 80% hasil panen selada romaine milik Muslih terserap oleh supermarket asal Jakarta. Sisanya, untuk kebutuhan pribadi dan pebisnis kuliner di sekitar Cianjur dan Jakarta.

Dalam sehari, Muslih bisa menjual sekitar 100 pak. Satu pak itu seberat seperempat kilogram (kg). Jadi, total penjualan per hari mencapai  25 kg. Ia menjelaskan, harga selada romaine hasil panennya dibanderol Rp 20.000 per kg.  

Muslih mengaku kerap kewalahan dalam melayani permintaan dari supermarket. Ia bilang kerap kekurangan pasokan dalam memenuhi permintaan pelanggannya. "Ini semua hasil panen sudah pesanan semua. Jadi agak susah kalau ada orang yang mau pesan dan dikirim," ujarnya.

Penuturan yang sama dilontarkan juga oleh Anwarul Masalik, petanik organik asal Kabupaten Bogor. Ia membudidayakan selada romaine sejak Desember 2015. Ia pun mengatakan. permintaan selada romaine terus meningkat sejak ia awal membudidayakan.

"Saya jual selada romaine ini pribadi, tidak masuk ke supermarket karena biasanya permintaannya banyak dan lahan saya masih terbatas," ungkapnya. Anwarul menjual hasil panennya di area perumahan sekitar Bogor maupun ke beberapa restoran atau kafe yang membutuhkan.

Berbeda dengan Muslih yang menggunakan sistem hidroponik, Anwarul memilih membudidayakan seladanya dengan media tanah. Semua proses dikelolanya secara organik, mulai dari bibit sampai pupuk.

Anwarul mengaku bisa panen setiap seminggu sekali. Dalam sekali panen, ia bisa mendapatkan sekitar 25 kg selada romaine. Dalam sebulan, Anwarul bisa memanen sekitar 100 kg selada romaine. Selada romaine hasil panen tersebut dibanderol Rp 12.000 per 250 gram. "Selama ini pelanggan masih di sekitar Bogor saja. Ada juga beberapa waktu lalu yang saya kirim ke BSD, Tangerang," ujarnya.     


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0507 || diagnostic_web = 0.4175

Close [X]
×