kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Mencicip laba usaha Waroeng Dimsum


Jumat, 28 Juni 2013 / 13:20 WIB
Mencicip laba usaha Waroeng Dimsum
ILUSTRASI. Martina Berto (MBTO). Foto: DOK Martha Tilaar


Reporter: Revi Yohana | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Dimsum sudah menjadi kudapan akrab di lidah masyarakat Indonesia. Berbisnis dimsum pun senikmat rasanya. Itu sebabnya, kini penjual dimsum dengan mudah bisa kita temui. Salah satunya adalah Waroeng Dimsum di Surabaya, Jawa Timur.

Waroeng Dimsum berdiri awal Juni 2013 dan langsung menawarkan kemitraan. Waroeng Dimsum menyediakan delapan varian isi, seperti ayam, udang, daging sapi, dan sayuran. "Isi dimsum kami lebih banyak dan lebih berasa," klaim Cherya Vani, pemilik Waroeng Dimsum.

Seporsi dimsum dijualnya Rp 7.000. Setiap porsi berisi tiga hingga empat dimsum. "Konsep kami kaki lima dan menyasar anak muda," terang Cherya.

Jika berminat, harga paket kemitraan Waroeng Dimsum sebesar Rp 8 juta, dan tanpa biaya bulanan. Dengan biaya tersebut, mitra mendapat sebuah rombong, kukusan dimsum, kompor dan tabung gas, bahan baku awal, peralatan lengkap serta pelatihan pembuatan dimsum.

Mitra diharapkan bisa menjual 50 porsi dimsum per hari dengan omzet sekitar Rp 10 juta per bulan.

Jika target laba bersih berkisar 20% hingga 30% dari omzet bisa tercapai, mitra diiperkirakan sudah bisa kembali modal kurang dari enam bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×