Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.205
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS623.158 -0,48%

Mencicipi legit peluang mainis pisang O Banna

Minggu, 06 Mei 2018 / 13:15 WIB

Mencicipi legit peluang mainis pisang O Banna



KONTAN.CO.ID - Bisnis pisang olahan yang masin menjanjikan hingga kini membuat salah satu pemain yakni, Hisbullah Hasan Hanafi ekspansi bisnis. Kali ini, ia menawarkan paket kemitraan yang lebih besar dari sebelumnya.

Setelah menawarkan paket kemitraan ekonomi, ia mulai menawarkan kemitraan dengan  paket investasi yang lebih besar.

Tepatnya pada awal tahun 2016, Hasan menawarkan tiga paket berbeda, yakni paket kabupaten/ kota Rp 25 juta, paket karesidenan Rp 125 juta dan paket provinsi Rp 300 juta. "Mitra dari paket ini  akan jadi perwakilan pusat sekaligus agen distributor bahan baku resmi untuk masing-masing wilayah," jelas Hasan ke KONTAN.

Hasan menjelaskan untuk mitra paket kota/ kabupaten akan bertanggungjawab terhadap mitra di satu kota. Sedangkan mitra paket karesidenan akan bertanggungjawab untuk mitra di lima kota/ kabupaten. Dan mitra paket provinsi, tentu bakal bertanggungjawab untuk mitra dalam satu provinsi. "Paket kemitraan ini  untuk mempermudah distribusi bahan baku," katanya.

Adapun perbedaan lainnya dari ketiga paket tersebut terletak pada jumlah booth, peralatan usaha dan bahan baku awal. Untuk paket kota/kabupaten bakal mendapat 5 booth, paket karesidenan  ada 25 booth dan paket provinsi  50 booth. Enaknya, mitra bisa mengelola sendiri paket booth tersebut atau menjual kembali yang setara dengan paket kemitraan ekonomis.

O'Banna Pisang Bulat Crispy menawarkan menu pisang bulat yang digoreng renyah dengan berbagai tambahan topping seperti cokelat, keju, susu dan aneka rasa selai. Untuk satu porsi berisi 5 buah pisang bulat dibanderol Rp 10.000. Jadi harga per buahnya sekitar Rp 2.000. Namun Hasan mengatakan pihak pusat tidak mematok kaku harga jual.

Hasan memperkirakan satu booth O Banna Pisang Bulat Crispy dapat mengantongi omzet Rp 500.000 - Rp 1 juta per hari. Itu belum termasuk penjualan bahan baku. Ia proyeksi penjualan bahan baku bisa mencapai Rp 15 juta-Rp 75 juta per bulan, tergantung jumlah gerai mitra di tiap wilayah.

Adapun biaya bahan baku bisa mencapai 50% dari total omzet. Laba bersih yang dikantongi mitra antara 30%-40%. Dengan kondisi itu, mitra bisa balik modal pada bulan ke 10 atau maksimal kurang dari dua tahun.
Kalau ada yang tertarik, Hasan masih membuka pintu karena ingin menambah 50 mitra baru lagi tahun ini.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali), Levita Supit mengingatkan, meski bisnis olahan pisang masih menjanjikan, namun persaingan semakin ketat. Maka para pelaku bisnis harus bisa menawarkan menu olahan yang berbeda dari lainnya.  "Ini untuk mengantisipasi kemunculan tren menu yang baru," tandasnya.      

O Banna Pisang Bulat Crispy
HP. 082137036000/  087734996000

Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

WARALABA

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0628 || diagnostic_web = 0.4094

Close [X]
×