Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.453
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Mencicipi sedapnya bisnis resto Asia

Kamis, 25 September 2014 / 15:24 WIB

Mencicipi sedapnya bisnis resto Asia

Bisnis kuliner tak ada matinya. Setiap saat, ada saja pemain baru yang bermunculan. Salah satunya adalah Restoran Adonia di Jakarta. Restoran yang bernaung di bawah PT Sinar Harapan Abadi ini baru dibuka Senin (22/9) dan langsung menawarkan kemitraan usaha.

Menurut Dave Muntu, Staf Marketing dan Promosi PT Sinar Harapan Abadi, saat ini sudah ada dua mitra yang bergabung, salah satunya berada di Jambi. Sebelumnya, PT Sinar Harapan Abadi lebih dulu sukses menawarkan waralaba gerai kopi dan donat merek dagang Double Dipps.

Kini jumlah gerai Double Dipps sudah lebih dari 100 yang tersebar di 25 kota besar di Indonesia. "Sebenarnya, usaha ini bertujuan untuk menguatkan brand Double Dipps sebagai gerai kopi dan donat," kata Dave.

Seperti rumah makan lainnya, Adonia mengusung konsep keluarga dengan makanan khas Asia. Resto ini menyediakan 70 pilihan menu makanan dan minuman, di antaranya, dimsum, nasi goreng, dan cumi salt and paper.

Harga makanan dan minuman dibanderol mulai Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per porsi. Nah, dalam kemitraan ini, Adonia menawarkan satu model investasi sebesar Rp 750 juta. Dengan biaya tersebut, mitra mendapatkan peralatan memasak, training karyawan, sistem manajemen, desain interior, branding, dan perlengkapan tambahan lainnya.

Untuk urusan karyawan dan koki, tim manajemen Adonia akan membantu mencarikan. Total karyawan yang dibutuhkan sekitar 12 orang. Namun untuk lokasi usaha, mitra harus menyediakan sendiri dengan luas minimal sekitar 120 meter persegi (m²).

Kerjasama ini juga mewajibkan mitra usaha membeli bahan baku dari pusat. Sedangkan bahan penunjang lainnya bisa dibeli sendiri dari pemasok lain.

Omzet Rp 150 juta

Dalam sebulan, mitra diprediksi bisa mengantongi omzet berkisar Rp 130 juta hingga Rp 150 juta. Setelah dikurangi biaya royalti 7% dari omzet bulanan, biaya bahan baku, dan operasional, mitra masih mengantongi keuntungan bersih sekitar 20% sampai 25%.

Dengan laba tersebut, mitra baru bisa balik modal setelah dua tahun. "Dengan catatan, mempunyai lokasi yang strategis dan menjalankan sistem yang disarankan," ujarnya.
Pengamat waralaba, Erwin Halim mengatakan, pemilik Adonia seharusnya mengembangkan dulu bisnisnya minimal selama dua tahun.

Setelah itu, baru menawarkan kemitraan usaha. "Setelah dua tahun itu, calon mitra bisa melihat dan menilai perkembangan usaha resto ini," katanya. Menurut Erwin, di tengah ketatnya persaingan, setiap pemain dituntut membuat ciri khas sebagai pembeda dari usaha lainnya.

Tanpa ada ciri khas yang diunggulkan, kecil kemungkinan bisa menarik minat konsumen. "Saat ini sudah banyak restoran yang menjual makanan Asia," katanya.     

Adonia
Jalan Meruya Ilir No 88
Jakarta Barat
HP. 081298502060


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Havid Vebri

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0573 || diagnostic_web = 0.3819

Close [X]
×