kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mencuil pasar saat pandemi, Sayuranch Kitchen fokus bisnis makanan berbahan sayur


Selasa, 10 Agustus 2021 / 10:00 WIB
Mencuil pasar saat pandemi, Sayuranch Kitchen fokus bisnis makanan berbahan sayur
Menu Veggies Melts dan Veggies Brulee Sayuranch Kitchen.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan nyali industri rumah tangga untuk berbisnis. Buktinya saja,  salah satu usaha rumahan yang berhasil meraih cuan di tengah pandemi adalah Sayuranch Kitchen. 

Co-Founder Sayuranch Kitchen, Lucyanna Azhari menceritakan, bisnis yang dirintis bersama seorang teman dekatnya ini berawal dari menjual sayur-sayuran di 2019. Kemudian, pada 2020 mereka mengubah fokus bisnis ke food & beverage (F&B) karena melihat prospek yang lebih menarik, terkhusus saat pandemi Covid-19. 

Sayuranch Kitchen menyajikan sejumlah menu, mulai dari yang berbahan dasar bayam hingga terong. Satu menu yang paling diminati adalah Veggies Melts, pai sayuran berbahan dasar bayam, kentang dan brokoli, dilapisi saus keju yang diracik khusus. Ditambah juga dengan rempah-rempah untuk menyeimbangkan aroma sayur sehingga produk ini juga bisa dinikmati oleh orang yang tidak terlalu menyukai sayur. 

"Sebagai permulaan, kami merilis dua menu di bulan Juli 2020. Kami berani meluncurkan makanan ini di masa pandemi karena melihat ada peluang bisnis. Selain itu, juga ingin memberikan opsi makanan yang lebih sehat ke masyarakat," ceritanya kepada Kontan.co.id, Senin (9/8). 

Baca Juga: 5 Manfaat minum air hangat selama pandemi Covid-19

Selama pandemi Covid-19, makanan fast food semakin merajalela karena mampu menawarkan promosi atau diskon yang menggiurkan. Dari segi harga tentu menarik, tapi tidak demikian  dari segi kesehatan. 

Terlebih, di masa pandemi, masyarakat jadi lebih sadar akan kesehatan sehingga sebagian orang lebih memilih olahan makanan yang lezat dan bergizi. 

Lucy memaparkan, di masa awal-awal berjualan, permintaan datang dari orang-orang terdekat, keluarga dan teman. Kemudian, promosi berlanjut dari mulut ke mulut sampai memanfaatkan fasilitas promosi di Instagram. Saat ini pasar Sayuranch Kitchen semakin berkembang. 

"Kami buka pre order (PO) 3 kali dalam seminggu. Dari yang cuma  melayani 12 porsi selama seminggu, saat ini sudah bisa melayani hingga 75 porsi dalam seminggu," ungkapnya. 

Belum lagi ketika hari raya, Lucy mengungkapkan saat momentum Ramadhan, Idul Fitri, dan Natal, permintaan bisa naik dua kali lipat dibanding hari biasa. 

Dia memberikan gambaran, saat bulan Ramadhan permintaan bisa mencapai lebih dari 30 porsi dalam satu hari sehingga jika diakumulasi pihaknya bisa melayani lebih dari 150 porsi dalam seminggu. 

"Biasanya orang yang udah pernah pesan, mereka membeli lebih  banyak untuk dikirim ke teman-temannya untuk sahur atau buka puasa. Kalo lagi Idul Fitri biasanya dikirim untuk hampers," kata Lucy. 

Sayuranch Kitchen menggunakan bahan baku dari produk food loss atau sayuran yang tidak lolos sortir ke supermarket. Jadi, hanya tampilan fisiknya saja yang jelek atau cacat, padahal kadar nutrisinya sama saja. Lewat cara ini, produk yang dijual memiliki nilai tambah karena dapat membantu petani dan penjual di pasar tradisional. 

Ke depannya, Sayuranch Kitchen melihat prospek bisnis makanan semakin berkembang karena permintaan tidak hanya datang dari wilayah cakupan bisnisnya saja, tetapi juga dari wilayah lain. 

Baca Juga: 14 Makanan dan minuman penurun asam urat yang mudah didapat

Saat ini segmentasi pasarnya masih di sekitar Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Sedangkan, permintaan lain datang dari Bogor, Bandung, hingga Bali. Bahkan dia mengungkapkan, sudah ada orang Indonesia yang tinggal di Singapura menyatakan minat untuk membeli produknya. 

Namun sayang, saat ini cakupan pasar Sayuranch Kitchen masih terbatas karena memikirkan aspek pengiriman. Produknya tidak bisa terlalu lama dalam proses pengiriman karena khawatir tidak fresh saat sampai ke pelanggan. 

"Sekarang kami perlahan-lahan sudah mulai punya kurir sendiri, baru nanti ke depannya akan ekspansi buka cabang baru ke wilayah pusat perkotaan Jakarta supaya pengiriman bisa lebih murah dan luas," tandasnya. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Mengetahui 3 rahasia kebahagiaan penduduk paling panjang umur di dunia

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×