kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Mendesain untung dari usaha kebaya encim (1)


Sabtu, 25 Januari 2020 / 10:30 WIB
Mendesain untung dari usaha kebaya encim (1)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pakaian tradisional kini kerap menjadi pakaian sehari-hari atau juga pesta, misalnya batik. Selain itu masih ada lagi jenis pakaian yang acapkali dipakai saat pesta atau momen tertentu, yakni kebaya.

Ada salah satu jenis kebaya yang menjadi spesial dan lebih bernilai karena proses pembuatannya yang memakan waktu lama dan masih handmade, yaitu kebaya encim. 

Jenis kebaya ini juga biasa disebut kebaya peranakan, atau ada juga yang menyebut kebaya nyonya. Berasal dari warga keturunan China yang memadupadankan kebaya betawi dan tradisional lainnya dengan budaya China. Hasilnya adalah kebaya dengan warna cerah dengan motif khas Tionghoa, seperti motif bunga.

Sayangnya, para perajin kebaya encim mulai terbatas jumlahnya. Lantaran proses pembuatannya bisa memakan waktu satu bulan lebih. Meski begitu ada juga perajin yang masih melakoni usaha sebagai pembuat kebaya encim. Seperti July Sintha pemilik Kebaya Nyonya Baba dari Jakarta. 

Wanita yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini memang awalnya hobi mengenakan kebaya encim. Lama-lama terbesit keinginan untuk sekalian membuatnya. "Dari hobi lantas membuat sendiri, mulai dari desain dan  mewarnai sendiri. Dan banyak yang suka hingga ada yang pesan," katanya kepada KONTAN, Minggu (19/1).

Proses pembuatan kebaya peranakan atau kebaya encim di Nyonya Baba masih mengutamakan buatan tangan. Satu kebaya bisa memakan waktu hingga dua bulan hingga jadi. Proses pembuatan yang  panjang tersebut diklaim sepadan dengan kualitas kebaya yang dihasilkan. "Proses pembuatannya hand made full dan memang sulit serta sudah langka," jelasnya.

Oh iya ciri khas kebaya ini adalah ada bordiran kerancang. Warnanya pun cerah, tapi tidak terlalu mencolok.  Bisa warna merah, hingga, hijau, biru dan lainnya. 

Satu Kebaya Nyonya Baba l Sintha banderol mulai dari Rp 5,5 juta hingga Rp 8 juta per kebaya. Harga tersebut diklaim sepadan dengan proses pembuatan yang panjang dan kualitas bahan dan pengerjaan yang ia kerjakan.

Untuk menyelesaikan pembuatan kebaya encim tersebut, Sintha dibantu oleh empat karyawan, khususnya untuk proses bordir kebaya tersebut. Dan seluruh proses produksi berlangsung di tempat kediamannya di bilangan Jalan Antasari, Jakarta Selatan.

Saban bulan dirinya mampu memproduksi lima hingga enam kebaya. Itupun disebut Sintha sudah jumlah yang maksimal tiap bulan.

Untuk pesanan, setiap bulan ia baru sanggup memenuhi hingga tiga kebaya saja. Dan para pemesan biasanya harus menunggu giliran proses produksi kebaya selesai dibuat. "Proses desain, mewarnai, dan supervisi saya kerjakan sendiri di rumah saya. Kalau ada proses produksi yang kurang bakal saya ulang lagi, seperti proses mewarnai yang kurang pas," jelasnya.

Ini masih belum ditambah  proses bordir kebaya yang bisa memakan waktu dua minggu sampai tiga minggu lamanya. Sedangkan pembuatan kerancang (lubang-lubang kebaya) bisa sampai satu setengah bulan. Tak heran kebaya Nyonya Baba bernilai jutaan rupiah.          n

(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×