kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.450
  • EMAS665.000 -0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Meneguh cuan segar minuman kekinian

Minggu, 16 Desember 2018 / 07:55 WIB

Meneguh cuan segar minuman kekinian

KONTAN.CO.ID - Beberapa tahun terakhir, bisnis minuman dibanjiri oleh produk baru yang biasa disebut minuman fusion. Sebut saja bubble tea, thai tea, cheese tea, dan es kopi susu kekinian.  Tak disangka, produk ini mendapat respon positif dari masyarakat.

Luasnya pasar minuman fusion ini membuat banyak pelaku usaha terjun. Salah satunya adalah Haus besutan Gufron Syarif dan ketiga kawannya asal Jakarta Barat. Berdiri sejak Mei 2018, HAUS langsung menawarkan kemitraan.

Sekarang sudah ada 18 gerai yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok dan Bandung. "Semua gerai itu milik mitra," jelas Gufron, founder sekaligus marketing Haus.

Kemitraan Haus menganut sistem bagi hasil. Pusat yang memegang kendali semua kegiatan operasional, mulai dari marketing, penjualan, sampai karyawan. Mitra hanya menyiapkan tempat usaha seluas 30 m².

Jika tertarik, calon mitra harus menyiapkan modal sekitar Rp 109 juta. Modal tersebut di luar biaya sewa tempat. Fasilitasnya, kerjasama kemitraan selama lima tahun, renovasi, peralatan usaha lengkap, sistem penjualan, pelatihan karyawan, dan bahan baku awal senilai Rp 12 juta.

Haus menawarkan 15 varian minuman fusion kekinian. Antara lain thai tea original, green thai tea, cheese thai tea, green tea Yakult, ice Ovaltine, ice taro, black oreo cheese, es kopi susu, dan sebagainya. Aneka minuman tersebut dibanderol mulai Rp 5.000-Rp 15.000.

Gufron menjelaskan HAUS memang sengaja menawarkan semua varian minuman kekinian dalam satu gerai. Selain itu, harganya lebih terjangkau. "Best seller sampai saat ini yang varian thai tea," ujarnya.

Satu gerai Haus bisa menjual 500 - 700 cup setiap hari. Omzetnya, Rp 150 juta - Rp 200 juta per bulan. Pusat akan mengambil 50% dari laba bersih. Perkiraannya, mitra bisa balik modal dalam 6-10 bulan.  

Mitra wajib membeli seluruh bahan baku dan kemasan dari pusat. Gufron juga menjelaskan, setiap gerai mitra akan kerjasama dengan layanan ojek online (Grabfood maupun Go-Food).

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit berpendapat jika bisnis minuman fusion memang sedang tren di masyarakat. Pasarnya tentu masih luas selama tren tersebut tidak redup. Tantangan bagi pelaku usaha adalah bagaimana membuat produk minuman fusion langgeng dan tidak hanya tren semata.

"Bagaimana pelaku usaha bisa meyakinkan calon mitra bahwa aneka jenis minuman baru itu tidak hanya tren semata. Kalau memang sedang tren pasarnya pasti banyak. Nanti lama-lama trennya redup, bisnisnya bisa ikut redup juga kalau tidak ada inovasi," ungkapnya.    

Haus
Komplek Meruya Ilir
Jl. Safir 1, Blok E-6 No. 27
Meruya Utara
Jakarta Barat
HP. 087722777921


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0659 || diagnostic_web = 0.4438

Close [X]
×