kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.002,36   -5,93   -0.59%
  • EMAS991.000 1,02%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Meneguk keuntungan dari kopi alpokat


Sabtu, 13 Juli 2019 / 11:00 WIB
Meneguk keuntungan dari kopi alpokat
ILUSTRASI.


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga kini, masih ada saja pelaku bisnis yang menawarkan waralaba kedai kopi. Faktor penyebabnya tak lain karena minuman kopi sampai kini masih punya banyak penggemar. Tak cuma orang tua saja tapi juga kaum milenial hingga anak-anak. Apalagi varian minuman kopi semakin beragam.

Contohnya adalah Kopi Kulo. Kedai kopi ini punya varian menu es kopi susu bercampur alpokat bernama avocatto atau alpokat espreso. "Awalnya hanya ditawarkan ke teman dan saudara. Akhirnya membuka waralaba," tutur Andreas Tony, Co Founder Kulo Group kepada KONTAN.

Saat mendirikan Kopi Kulo pada 2017, Tony langsung menawarkan waralaba supaya ekspansi bisnis bisa lebih cepat. Hasilnya adalah, hingga kini Kopi Kulo sudah mempunyai 220 gerai yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Manado, Ambon, dan Jayapura.

Jika Anda tertarik, modal yang perlu disiapkan untuk gerai booth minimalis (15 m²–17 m²) sekitar Rp 200 juta–Rp 300 juta. Modal tersebut sudah termasuk franchise fee sebesar Rp 100 juta selama tiga tahun dan fasilitas lainnya (lihat tabel).

Kopi Kulo mengusung konsep take away sehingga memilih lokasinya bukan di pusat belanja. Tujuannya supaya calon mitra bisa menekan biaya. "Bisa juga konsep kafe tapi modal lebih dari Rp 300 juta," tuturnya.

Dengan sistem tersebut, Kopi Kulo menyajikan 12 menu minuman kopi dan non kopi dengan harga Rp 18.000–Rp 27.000 per cup. Dengan sajian tersebut, Tony mengklaim setiap gerai Kopi Kulo bisa mencatatkan penjualan rata-rata 100 cup per hari dengan omzet sekitar Rp 2 juta–Rp 4 juta atau Rp 100 juta–Rp 120 juta sebulan. Dengan penghitungan tersebut, ia memperkirakan mitra bakal balik modal sekitar tiga bulan atau empat bulan atau maksimal kurang dari setahun.

Pihak pusat tidak memungut biaya royalti bulanan. Namun mitra wajib membeli bahan baku seperti biji kopi, gula kelapa, bubuk matcha, dan bubuk cokelat dari pusat. Sedangkan bahan lainnya bisa dibeli di luar asal dengan merek yang sama. Untuk perpanjangan franchise fee, mitra akan dikenakan biaya perpanjangan sesuai dengan franchise fee yang berlaku di tahun tersebut.

Mulai tahun ini, Kopi Kulo siap ekspansi ke kota kecil lantaran di kota besar keberadaan kedai kopi sudah banyak. Seperti di Palopo, Sulawesi Selatan serta Pangandaran, Jawa Barat.

Konsultan bisnis dan waralaba dari DK Consulting, Djoko Kurniawan menilai bisnis kedai kopi masih positif untuk beberapa tahun ke depan. Tapi para pemain harus terus berinovasi dengan produk baru dan memperkuat sistem bisnis antara pusat dan mitra.

----------------------------

Kopi Kulo

Jl Cikajang No. 43 Kebayoran Baru, Jaksel

Email : mitra.kulo@gmail.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×