kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45904,83   21,77   2.47%
  • EMAS938.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.82%
  • RD.CAMPURAN -0.92%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Menengok produksi sepatu Pijak Bumi dari Bandung yang kini tenar di Italia


Jumat, 25 September 2020 / 10:43 WIB
Menengok produksi sepatu Pijak Bumi dari Bandung yang kini tenar di Italia
ILUSTRASI. Menengok produksi sepatu Pijak Bumi dari Bandung yang kini tenar di Italia


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Sepatu Pijak Bumi yang dibuat handmade di Bandung, Jawa Barat kini semakin terkenal. Desainer sepatu Pijak Bumi mendapatkan penghargaan dalam pameran alas kaki terbesar di dunia yang berlangsung di Milan, Italia, 20-23 September 2020.

Bagaimana sepatu Pijak Bumi bisa semakin terkenal. Berikut hasil liputan KONTAN dengan Rowland Asfales, Chief Executive Officer (CEO) sepatu Pijak Bumi, Maret 2020.

Sepatu, kini, menjadi salah satu produk fesyen yang paling digemari oleh banyak kalangan. Apalagi bila model atau bahan baku alas kaki tersebut lain daripada yang lain. Misalnya saja terbuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Inilah yang menjadi ciri khas Pijak Bumi, marketplace ragam produk alas kaki dengan bahan baku yang ramah lingkungan. Aplikasi ini sudah aktif sejak 2016. Dengan kekhususan itu, mulai banyak pasar yang melirik produk spesial tersebut. Tak cuma dari dalam negeri tapi juga luar negeri. 

Rowland Asfales, Chief Executive Officer (CEO) Pijak Bumi, Kamis (5/3), menjelaskan ,untuk saat ini saja, dirinya sudah menyiapkan koleksi sepatu sebanyak 20-25 stock-keeping unit (SKU). Adapun rata-rata produksi sepatu Pijak Bumi ini saban bulannya adalah sebanyak 1.500 pasang. Hebatnya, setiap produksi sepatu itu tandas terjual.

Baca Juga: Ini cara membedakan batuk musim kemarau dengan batuk gejala Covid-19

"Untuk permintaan setiap bulan, kurang lebih sama dengan produksi dan saat ini kami tengah mengalami permintaan yang berlebih, karena terkadang ada masalah produksi dan tertunda," katanya kepada KONTAN.

Untuk membuat sepatu ini, sepatu Pijak Bumi memakai beberapa bahan baku lokal berupa kulit samak nabati dari Pekalongan, kemudian ada katun organik, serta kulit kelapa atau coconut leather yang terbuat dari batok kelapa yang sudah dilebur menjadi bubuk dan kemudian dicetak menjadi kain.

Dari beragam bahan baku tersebut, produsen sepatu Pijak Bumi langsung mendesain dan membuat sepatu secara mandiri. Harga sepatu ramah lingkungan ini dipatok mulai dari Rp 375.000 per pasang sampai Rp 1,8 juta per pasang.




TERBARU
Corporate Valuation Model Presentasi Bisnis yang Persuasif

[X]
×