Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Mengalap berkah pengunjung Sekaten

Sabtu, 24 November 2018 / 06:45 WIB

Mengalap berkah pengunjung Sekaten

KONTAN.CO.ID - Selain menjadi tempat tujuan wisata, Yogyakarta juga menawarkan sejumlah pagelaran dan seni tradisional yang menarik pelancong. Nah, saat ini, pelancong di kota gudeg bisa menyaksikan perayaan Sekaten.

Ini merupakan pesta rakyat khas Yogyakarta yang digelar rutin tiap tahun. Sekaten menjadi bagian dari rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad.

Pesta ini digelar di kawasan Alun-alun Utara, Yogyakarta, dimeriahkan dengan adanya pasar malam dan aneka jajanan.

Ajang itulah yang menjadi bekah bagi sejumlah pedagang. Mulai dari pedagang makanan, pakaian, sampai permainan ala pasar malam. Beragam pedagang makanan ditawarkan sejak awal Sekaten dibuka.

Salah satu jajanan khas pasar malam yang cukup laris adalah arum manis atau gulali. Sri Sumarti, salah satu pedagang arum manis di pasar Sekaten mengatakan, khusus tahun ini, ia membuat arum manis ukuran besar. 

"Sengaja dibuat ukuran besar, untuk menarik perhatian pembeli. Bentuknya ada yang biasa, ada yang karakter kartun," tuturnya.

Ia membanderol, arum manis kekinian tersebut dengan banderol Rp 20.000 sampai Rp 40.000 per bungkus. Ada empat varian rasa yang ia tawarkan, yakni rasa jeruk, stroberi, sirsak, dan jambu biji. Serta ragam karakter kartun,  seperti minion, angry bird, hello kitty, dan sebagainya.

Menurut pengakuannya, peminat arum manis racikannya melonjak dari tahun sebelumnya. Di acara tersebut, ia bisa mengantongi omzet antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per hari. Banyak kalangan pelajar yang membeli arum manis racikan wanita asal Boyolali tersebut. "Mungkin karena ada libur panjang juga nih," tandasnya.

Tak hanya pedagang makanan, pedagang pakaian bekas impor layak pakai juga kebanjiran konsumen selama acara tersebut. Pakaian bekas impor layak pakai atau yang  sering disebut awul-awul banyak diburu pengunjung Sekaten dari berbagai kalangan.

Mereka bisa mendapatkan aneka jenis pakaian bekas layak pakai asal Eropa dengan harga terjangkau. Nur Soleh, salah satu pedagang awul-awul mengatakan, dalam sehari ia bisa mengantongi omzet  Rp 4 juta-Rp 5 juta selama Sekaten.

Nominal tersebut meningkat tiga kali lipat dibanding hari biasa. Dirinya memang sehari-hari menjual produk awul-awul. Saat acara tersebut, ia menjajakan produk dagangannya di sekitar Pathuk.

Ia akui, acara Sekaten selalu ramai pengunjung. Tapi berbeda dengan pebisnis makanan, ia menilai hasil penjualan produk pakaian bekasnya tidak seramai tahun lalu. "Omzet kami tahun ini turun dari tahun lalu yang  bisa mencapai Rp 10 juta per hari," tandasnya.

Ia membanderol pakaian bekas tersebut mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 150.000 dengan kondisi pakaian dan bahan yang layak.      


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0020 || diagnostic_api_kanan = 0.0763 || diagnostic_web = 0.4515

Close [X]
×