kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45830,70   -7,12   -0.85%
  • EMAS940.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Menganalisis sambil jualan produk ala Callista


Sabtu, 07 Maret 2020 / 09:30 WIB
Menganalisis sambil jualan produk ala Callista

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bagi sebagian besar wanita, kecantikan juga perawatan tubuh dan wajah merupakan hal yang wajib mereka lakukan. Lewat perawatan rutin, kaum Hawa bisa meningkatkan rasa percaya diri. Tak heran, mereka kerap kali melihat-lihat produk kecantikan. Baik itu lewat gerai produk kecantikan, klinik kecantikan, maupun melalui dunia maya.   

Melihat potensi tersebut, startup Callista mencoba mengakomodasi segala kebutuhan wanita yang berkaitan dengan kecantikan, terutama perawatan kulit dan wajah yang menjadi perhatian utama kaum Hawa.

Para perempuan tidak harus mengunjungi dokter atau klinik kecantikan, sekarang sudah ada layanan yang memberikan kemudahan konsultasi terhadap masalah kecantikan serta menyediakan produk-produk perawatannya secara digital . Callista menawarkan layanan-layanan itu.

Baca Juga: Menggarap pasar personal urusan kecantikan kulit

Callista adalah startup e-commerce penyedia produk lokal untuk perawatan kulit dan kecantikan. Startup ini merupakan jebolan dari satu satu program akselerator yakni Gojek Xcelerate.

Baca Juga: Jasa kecantikan digital Mecapan resmi meluncur di Jabodetabek

Ryan Narenda, Co Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Callista, menjelaskan usaha rintisan ini berdiri sejak 2016 lalu. Saat ini, Callista sudah memiliki sekitar 32.000 pelanggan dan menerima lebih dari 150.000 analisis tentang kulit.

Untuk bisa melakukan analisis tersebut, Callista punya personal beauty assistant serta layanan analisis kulit dan wajah. Keberadaan tenaga kecantikan itu untuk mempermudah pelanggan mendapatkan produk perawatan kulit dan wajah yang sesuai dengan masalah juga jenis kulit dari customer tersebut.

Setelah mendapat rekomendasi produk kecantikan, biasanya personal beauty assistant Callista akan melakukan pengecekan terhadap kemajuan dari produk yang sudah konsumen pakai. Selain itu, mereka juga akan memberikan opsi untuk melakukan perawatan kulit dan wajah konsumen di tingkat selanjutnya.

Sejauh ini, layanan Callista baru bisa konsumen manfaatkan melalui situs resmi saja. Untuk bisa menjalankan layanan tersebut, Callista sudah menggandeng lima klinik kecantikan. Klinik tersebut sekaligus sebagai tempat untuk memasok ragam produk kecantikan dan perawatan kulit juga wajah ke konsumen.

Callista menjajakan aneka produk kecantikan dan perawatan. Ada serum, krim penangkal sinar matahari, krim malam, masker, body lotion, sabun muka, dan produk perawatan tubuh. Harga jualnya mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 200.000 per produk. "Produk kami yang paling banyak dicari adalah sunscreen dan night cream," kata Ryan kepada KONTAN, Senin (24/2) lalu.

Pendapatan Callista sepenuhnya berasal dari penjualan produk kecantikan. Namun, Ryan tidak memerinci hasil yang sudah Callista dapat termasuk target pendapatannya untuk tahun ini. "Bisnis model kami direct to customer dengan menjual produk dari brand sendiri," tuturnya.

Untuk mempercepat bisnis, mulai tahun ini Callista segera menjalankan referral program. Jadi, pengguna  Callista bisa mendapatkan komisi dari penjualan produk Callistas dari orang yang mereka referensikan.            




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×