kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45948,55   7,18   0.76%
  • EMAS924.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Menganyam laba dari inovasi tas anyaman plastik


Jumat, 05 Februari 2021 / 16:42 WIB
Menganyam laba dari inovasi tas anyaman plastik
Tas anyaman plastik milik Syam's Handicraft

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Berbicara fesyen tidak akan pernah ada matinya. Mulai dari pakaian, sepatu, aksesoris dan tas. Tas misalnya, kini muncul beragam inovasi dari produk fashion ini.

Siapa sangka tas dari anyaman plastik yang dulu digunakan untuk berbelanja kaum ibu kini sudah bermetamorfosis menjadi tas fashionable. Peminat tas anyaman plastik ini tak hanya dari pasar domestik tapi juga mancanegara.

Syahrial Aman pemilik Syam's Handicraft menceritakan sejak tahun lalu meski pandemi Covid-19 melanda, permintaan akan tas anyaman plastik produksi justru meningkat. Puncak dari permintaan terjadi pada November 2020 hingga awal tahun 2021 ini.

"Saya ngga nyangka di pandemi bisa naik, dari akhir 2020 sampai awal tahun ini. Bahkan setiap minggu kita 2.000 tas kirim ke Jakarta, Bali, Jogja, paling banyak di Bali," kata Pria yang memulai usaha tas anyaman plastik sejak 2019 lalu kepada KONTAN.

Padahal sebelumnya Syahrial rata-rata mengirim produk tasnya dari puluhan hingga ratusan dalam seminggu. Itupun masih mengandalkan penjualan secara langsung. Peningkatan permintaan mulai terjadi sejak Agustus 2020.

Baca Juga: Sekali Pameran Laku Rp 881 Juta, Kerajinan Ketak Binaan Pertamina Perluas Jaringan

Untuk produksi tas anyaman plastiknya Syahrial memiliki 300 orang penganyam yang tersebar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seluruh penganyam di Syam's Handicraft merupakan kaum ibu-ibu yang tergolong keluarga prasejahtera. Sehari para penganyam di Syam's Handicraft mampu membuat 300-500 tas.

"Saya ingin bantu berdayakan keluarga pra sejahtera jadi bisa bantu mereka menambah penghasilan apalagi di masa pandemi ini," imbuh Syahrial.

Satu tas anyaman plastik di Syam's Handicraft dibandrol secara eceran mulai dari Rp 50.000 - Rp 200.000 tergantung ukuran dan bahan. Namun, Syahrial menyebut untuk agen, reseller, dan distributor tentu akan mendapatkan harga yang lebih murah.

"Omzet itu meningkat dari sebelumnya hanya beberapa belas juta saja, sekarang ya hingga Rp 200 juta mulai Agustus 2020," kata Syahrial.

Selain sasar pasar domestik, Syam's Handicraft lewat para reseller dan distributor juga sudah menjangkau pasar mancanegara. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan pesanan dari Jepang.

"Rencana penambahan penganyam ada kalau permintaan dari luar banyak, kami ada proyek dari Jepang lewat distributor kami di Bali. Jika ini berlanjut tentu kami akan tambah penganyam, rencana ke Eropa ada tapi kan lagi pandemi," jelasnya.

Saat ini Syahrial sedang mengurus agar dapat melalukan proses ekspor sendiri. Namun, lantaran pandemi Ia terpaksa menunda rencana ekspor sendiri. "InsyaAllah kalau pandemi sudah reda kita siap ekspor," ujarnya.

Baca Juga: Dorong pemulihan ekonomi, Tokopedia rangkul pegiat UMKM

Untuk bahan baku diakui Syahrial tidak ditemui kendala. Namun, berbeda dengan permodalan yang diakuinya sedikit ada tantangan dimana perputaran modal sangat cepat. "Karena kita beli bahan setiap minggu udah ada MOU sama pabrik. Perputaran modal cepat, nah kalau bakul bayar agak lambat kita agak susah di bayar bahan. Kendala perputaran permodalan," jelasnya.

Pemain lainnya di usaha tas anyaman plastik ialah Ely Triaminy. Sama seperti Syahrial, Ely juga memberdayakan kaum ibu di kampung halaman sang suami di Purworejo Jawa Tengah.

Ely baru mulai menekuni usaha tas anyaman plastik sejak awal 2020 lalu. Selain memasarkan secara online, Ely juga memasarkan offline di rumahnya yang ada di Bekasi, Jawa Barat. Bulan November hingga Desember 2020 lalu juga diakui Ely menjadi puncak permintaan produknya.




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Menganalisa dan Merumuskan Strategi Bisnis Basic Social Media Marketing Strategy (Facebook & Instagram) Batch 9

[X]
×