kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.335
  • EMAS679.000 -0,29%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Mengecap fulus dari gigitan sate taichan

Sabtu, 25 Mei 2019 / 09:25 WIB

Mengecap fulus dari gigitan sate taichan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siapa yang tak kenal makanan sate? Makanan khas Indonesia ini punya banyak penggemar.

Kini varian sate makin beragam. Pada awalnya sate berbalut bumbu kacang dan kecap, kini banyak varian dan modifikasi sate. Salah satunya sate taichan yang mampu merebut perhatian pasar tiga tahun belakangan .

Peluang inilah yang coba ditangkap oleh pelaku usaha. Salah satunya Okki Indiyanto, asal Bekasi Jawa Barat yang menawarkan kemitraan Taichan Station. "Taichan Station merupakan salah satu inovasi terbaru saya karena sate taichan punya banyak penggemar," kata pria yang berkecimpung di bisnis kemitraan lima tahun lalu.

Memang, Okki merupakan adalah pemain lama dalam industri kemitraan Tanah Air. Ia pernah menawarkan sekitar 30 brand usaha lewat program kemitraan usaha.

Khusus Taichan Station, ia menawarkan dua paket kemitraan. Pertama paket dengan investasi sebesar Rp 7 juta. Yang kedua investasi sebesar Rp 12,5 juta.

Dengan modal sebesar ini, para mitra Taichan Station akan mendapatkan fasilitas satu unit gerobak/ booth sesuai paket, peralatan usaha seperti kompor gas, panggangan, cool box, pelatihan karyawan, resep, bahan baku awal, serta subsidi ongkos kirim untuk mitra di luar Bekasi, Jawa Barat.

Perbedaan dua paket tersebut ada pada ukuran dan bahan gerobak, serta jumlah bahan baku awal dan peralatan yang bakal didapat mitra. "Paket Rp 7 juta dapat gerobak kayu, ukuran kecil dan modelnya sederhana. Sedangkan paket Rp 12,5 juta bahan gerobak dari baja ringan, ukurannya juga beda, lebih besar dan desainnya lebih modern," jelasnya.

Ada aneka menu sate taichan yang ditawarkan, seperti sate taichan bakar, sate taichan goreng dan sate taichan mozarela. Konsumen bebas memilih aneka varian sate tersebut dengan banderol harga sekitar Rp 2.000 per tusuk sampai Rp 2.500 per tusuk. Ada pula harga per porsi berisi 10 tusuk sate taichan dengan harga Rp 20.000–Rp 25.000 per porsi.

Sejatinya ia tidak mematok harga jual bagi para mitra bisnis. Selain itu mitra juga dipersilakan untuk mengembangkan varian menu sesuai dengan kreativitas masing-masing. "Jadi harga jual bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasar sekitarnya," ucapnya.

Dengan kondisi yang ada, Okki menargetkan setiap gerai Taichan Station bisa meraup omzet sekitar Rp 500.000 sampai Rp 800.000 per hari. Artinya sebulan, gerai mitra bisa mengantongi omzet Rp 15 juta–Rp 20 juta.

Adapun laba bersih yang didapat bisa mencapai 40%. Dengan perhitungan tersebut, mitra diprediksi dapat mencapai balik modal antara dua hingga lima bulan.

"Mitra bisa balik modal lebih cepat karena tidak wajib membeli bahan baku dari pusat," tandasnya.

Sudah begitu, mitra tidak harus membayar biaya royalti bulanan dan diberi resep karena sistem yang diterapkan kemitraan mandiri.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.6718 || diagnostic_web = 1.0189

Close [X]
×