kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.608
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS608.023 -0,33%

Mengenal microgreen, teknik budidaya kaum urban

Minggu, 04 November 2018 / 07:00 WIB

Mengenal microgreen, teknik budidaya kaum urban



KONTAN.CO.ID - Budidaya tanaman microgreens tidak memerlukan lahan luas, sehingga semua warga perkotaan bisa menanam di rumah masing-masing. Budidaya microgreens sendiri merupakan teknik pertanian yang paling sederhana bagi kaum urban yang tinggal di perkotaan dibanding dengan teknik pertanian lainnya.

"Budidaya microgreens ini yang paling mudah diantara teknik budidaya lainnya, seperti hidroponik, akuaponik maupun budidaya vertikal. Setiap orang bisa menanam di rumahnya dan hanya butuh sebuah wadah seperti nampan untuk menanamnya," jelas Fajar Wiryono, HSC Urban Farm asal Jakarta.

Ia menjelaskan, microgreens sendiri sebenarnya adalah tunas dari aneka tanaman sayur. Semua jenis bibit sayur yang berdaun bisa dikembangkan menjadi tanaman microgreens. Bahkan, waktu penanamannya juga singkat, hanya butuh waktu 14 hari sampai bisa dipanen.

"Proses microgreens ini hanya butuh waktu 14 hari panen dan cukup dengan nampan kecil untuk menanamnya. Selain aneka bibit sayuran berdaun, microgreens dari bibit bunga, seperti bunga matahari dan bunga edible bisa juga dikonsumsi," kata Fajar.

Melihat peluang yang cukup menjanjikan dari bertani microgreens, HSC Urban Farm pun menjual paket awal untuk bertani microgreens. Satu paket starter pack dibanderol Rp 35.000. Dalam paket tersebut sudah termasuk wadah menanam (nampan), campuran tanah, dan satu pak kecil bibit sayuran.

"Untuk wilayah Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya, peminat microgreens ini sebenarnya lumayan banyak. Satu bulan, saya bisa jual sampai ratusan paket starter pack," ujar Fajar.

Tak hanya menjual paket menanam microgreens, ia juga menjual hasil panen dari kebunnya. Satu wadah kecil microgreens aneka jenis sayur dibanderol Rp 50.000.

"Kalau yang hasil panen ini biasanya buat orang yang nggak mau ribet menanam, tinggal praktis saja langsung bisa dimakan atau dipakai sebagai garnish. Satu bulan kira-kira bisa sampai 200-an box," tuturnya.

Peluang dari berbudidaya tanaman microgreens juga digarap oleh Ira Trisna asal Bali. Ia menjajal peruntungan microgreens sejak tahun 2015. Ia menjual satu box microgreens dengan berat sekitar 50 gram senilai Rp 200.000. Ia juga menyediakan paket menanam microgreens mulai Rp 40.000.

"Kalau di Bali, kebanyakan microgreens digunakan untuk penghias atau garnish. Tapi ada juga beberapa konsumen saya yang untuk dikonsumsi sendiri," ungkapnya. Ia mengaku, sebulan bisa menjual sampai sekitar 5 kilogram tanaman microgreens.                                  


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0865 || diagnostic_web = 0.4099

Close [X]
×