kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Menggali potensi alam jadi desa wisata (3)

Minggu, 16 Desember 2018 / 06:50 WIB

Menggali potensi alam jadi desa wisata (3)

KONTAN.CO.ID - Kondangnya Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebagai destinasi wisata alam dan edukasi membawa berkah bagi warganya. Tak hanya memperbaiki tingkat kesejahteraan, tapi juga mengurangi angka pengangguran. 

Udi Hartono, Kepala Desa Pujon Kidul mengatakan, ratusan warga berusia produktif kini tercatat sebagai pekerja Cafe Sawah. Sebelumnya, mereka tak punya pekerjaan atau sebagai ibu rumah tangga.Bahkan, warga yang tadinya bekerja di luar kota kembali ke desa ikut mengembangkan potensi kampung halamannya. 
 
Seperti Ilham Husain yang memutuskan kembali ke kampungnya di awal tahun 2017. "Saya sedih, saat melihat tempat kelahiran saya berusaha maju, tapi malah bekerja di tempat lain," katanya. Sebelumnya, dia adalah atlet sepak bola PPM Magelang, Jawa Tengah. 
 
Disisi lain, saat warga sudah memahami konsep desa wisata dan mulai  memanfatkan potensi alam sekitar, ternyata membuat mereka hanya berpikir tentang keuntungan semata. Untuk menghilangkan ambisi mengejar keuntungan, Udi mengajak warga berkumpul untuk saling mengingatkan, serta melestarikan budaya setempat dan juga menjaga kebersihan lingkungan. 
 
Pembangunan hotel pun dihindari untuk memanfaatkan rumah warga dengan konsep homestay. Alhasil,  tamu dapat berbaur dengan penduduk.  
 
Udi juga tak membuka pintu bagi investo. Ia beralasan, Desa Pujon Kidul adalah milik masyarakat sehingga yang akan mengelola dan merasakan manfaatnya adalah warga. "Kami hanya menerima investor dari warga dalam desa tidak dari warga luar desa," tegasnya.
 
Meski sudah dikenal, warga desa Pujon Kidul tetap membuka diri untuk program kuliah kerja nyata (KKN) beberapa universitas di Malang. Ilham mengaku, dari situ mereka dapat berdiskusi serta menyerap ilmu untuk membuat desanya maju dan lebih baik. 
 
Selain itu, warga juga aktif mengikuti pelatihan peningkatan ketrampilan yang diadakan oleh pemerintah. Udi berharap, dengan adanya bantuan peralatan dari pemerintah warga dapat lebih semangat untuk memperkaya ketrampilannya. 
 
Tahun 2019, Udi menargetkan untuk mengembangkan ketrampilan batik warga. Tujuannya, kain batik tersebut bakal dijadikan oleh-oleh khas desa wisata Pujon Kidul. 
 
Disesuaikan dengan kondisi alam, kain batik di dominasi dengan corak gunung, pohon, dan capung. Warna kainnya pun dibuat cerah seperti ungu, hijau, dan lainnya agar nampak segar dan unik. 
 
Asal tahu saja, para pembatik ini tidak hanya di dominasi para ibu rumah tangga melainkan juga petani dan peternak. Warga mendapatkan ketrampilan tersebut dari pelatihan batik yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Malang.
 
(Selesai)

Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0445 || diagnostic_web = 0.4232

Close [X]
×