Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.493
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS659.000 0,61%

Menggiring warna-warni cuan si bebek nan anggun

Sabtu, 10 November 2018 / 06:15 WIB

Menggiring warna-warni cuan si bebek nan anggun

KONTAN.CO.ID - Selain diambil telurnya, bebek juga diternakkan sebagai bebek pedaging. Namun, kini, ada pula bebek yang menjadi hewan peliharaan lantaran warna bulunya yang cantik dan ukurannya yang mungil, seperti yang terlihat pada jenis bebek mandarin.  

Berbeda dengan jenis bebek lainnya, bebek asal Tiongkok ini lebih senang berlama-lama di kolam. Ukuran sayap yang besar membuat unggas ini lebih cekatan untuk terbang saat ada bahaya mengintai di kolam.

Area pepohonan yang tinggi dengan kolam atau rawa-rawa menjadi habitat unggus yang bernama latin Aix Galericulata ini. Bebek ini hidup berkelompok dan aktif dalam siang hari.

Berdasarkan riset KONTAN, bebek mandarin ini tidak dikonsumsi karena rasa dagingnya yang kurang enak. Bebek ini mempunyai umur yang cukup panjang sampai lebih dari 20 tahun.

Meski berasal dari negeri tirai bambu, bebek berbulu indah ini juga banyak ditemui di beberapa negara lain seperti Jepang, Korea, dan sebagain negara Eropa seperti Inggris dan Rusia.

Belakangan, para penggemar binatang di Indonesia pun mulai melirik unggas ini menjadi peliharaan. Bila sebelumnya mereka membeli dari importir, belakangan bebek ini mulai dikembangbiakkan oleh peternak lokal.

Salah satunya adalah Bambang Retno Saputro asal Magelang, Jawa Tengah. Dia mulai mengembangbiakkan bebek mandarin ini sejak tiga tahun lalu. Baru dua tahun terakhir dia menuai hasilnya.

Laki-laki 38 tahun ini bilang, bebek ini hanya disukai para penggemar dari kelas menengah atas karena harga jualnya yang cukup mahal. Bambang sendiri mematok harga bebek mandarinnya sekitar Rp 5 juta per pasang (anakan umur dua bulan) dan Rp 9 juta sampai Rp 10 juta per pasang (indukan umur delapan bulan).

Dalam satu bulan, Bambang bisa melego lima pasang bebek mandarin. Konsumennya datang dari berbagai daerah di nusantara seperti Jawa Barat, Kalimatan, Sumatra dan lainnya.

Nanang Julianto, pemilik Hobiternak.com asal Ngawi, Jawa Timur mengaku hewan ini memang banyak diburu oleh pehobi untuk dijadikan hiasan dalam kolam. Meski sudah lama populer, permintaan konsumen masih cukup tinggi. Rata-rata penjualan dalam satu minggu mencapai tiga pasang.

Nanang mematok bebek mandarin senilai Rp 8 juta- Rp 9 juta per pasang (umur satu tahun). Konsumennya pun banyak berasal dari Aceh, Palembang, dan Makassar.

Konsumen banyak mencari bebek mandarin dengan umur lebih dari setahun. Sebab, pada umur itu, warna-warna bulunya sudah muncul sehingga akan terlihat bagus saat berenang di kolam.      


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0718 || diagnostic_web = 0.4030

Close [X]
×