kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Menggoreng laba kemitraan dari olahan ayam goreng renyah


Sabtu, 03 Agustus 2019 / 08:55 WIB

Menggoreng laba kemitraan dari olahan ayam goreng renyah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis kuliner olahan ayam terus berkembang. Tidak cuma berbentuk ayam goreng tepung ala waralaba raksasa asal Amerika, kini pebisnis kuliner di tanah air memiliki kreasi dan variasi dari olahan kuliner berbasis ayam.

Salah satunya adalah kuliner olahan ayam goreng tepung dengan kemasan box mini atau biasa dikenal ricebowl. Usaha ini semakin banyak pemainnya. Salah satunya adalah Crispy Pukpuk yang menggeluti usaha tersebut sejak tahun 2016 dan mulai menawarkan kemitraan sejak 2018.

Kemitraan Crispy Pukpuk dibangun oleh Adi Pamungkas. Kini Adi memiliki tiga gerai pusat dan 97 gerai milik mitra yang tersebar di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Tangerang Banten, Samarinda Kalimantan Timur, Pekanbaru Riau, Semarang dan Pekalogan Jawa Tengah, Yogyakarta, juga Palu Sulawesi Tengah.

Saat memulai bisnis Adi merasa respon yang positif dari masyarakat untuk mengonsumsi makanan olahanya. Karena itu Crispy Pukpuk menawarkan paket kemitraan.

Bagi peminat untuk bermitra, Adi menawarkan paket investasi mulai Rp 7,8 juta. Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan fasilitas seperti perlengkapan, booth, peralatan masak, pelatihan karyawan, serta bahan baku dasar dan packaging 200 bungkus.

Baca Juga: Menjajal gurihnya peluang ayam olahan dari Kchick Chicken

Ia bilang, untuk royalty fee sendiri tidak dikenakan kepada mitra alias 100% keuntungan mitra. "Yang perlu dilakukan oleh mitra adalah membeli packaging dan bahan baku serta bumbu kepada pusat," Jelas Adi.

Crispy Pukpuk ini juga menawarkan desain booth yang unik serta bungkus packaging yang terlihat mewah. Kalau pesanan untuk dibungkus bawa pulang atawa take away, tiga jenis yakni bungkusan paper bag, take away lunch boxatau ricebowl, serta paper lunch.

Baca Juga: Menjajal peluang kriuk dari Nara Fried Chicken

Untuk menu, Crispy Pukpuk tak hanya menawarkan daging ayam digoreng menggunakan tepung, namun ada bumbu-bumbu dengan total pilihan sembilan topping, seperti balado, ayam bawang, sapi panggang, pedas, sapi lada hitam, original, salted egg, jagung bakar dan BBQ. Harga jual menu mulai Rp 7.000 hingga Rp 13.000 per menu.

Adi bilang agar bisa balik modal sesuai target tiga hingga empat bulan, setiap mitra harus bisa menjual 70 bungkus per harinya dengan hitungan omzet per bulan Rp 14,7 juta. "Perhitungan keuntungan bersihnya Rp 4 juta–Rp 6 juta," katanya.

Baca Juga: Menjaring kantong hot dari tawaran Cobek Pedas Pak Brintik

Ia optimistis bisnis ayam goreng olahan tersebut masih memiliki pasar yang sangat besar. Ia menyadari persaingan semakin ketat, karena itu ia terus berupaya memberikan cita rasa dan branding yang unik agar tetap berbeda. Dengan cara ini ia optimistis bisa menggandeng 150 mitra hingga akhir tahun ini.


Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0005 || diagnostic_web = 0.1853

Close [X]
×