kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Menggoreng untung dari nasi telur ceplok doang


Sabtu, 28 September 2019 / 11:05 WIB


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kuliner dan hidangan makanan nasi dan telur ceplok dalam satu sajian menjadi viral belakangan ini. Gara-garanya ada salah satu kedai makanan di Pontianak yang menyajikan menu nasi telor ayam ceplok saja, tapi laris manis. Semakin hari, semakin banyak bisnis dan usaha makanan telur ceplok itu yang bermunculan. Salah satunya adalah Nasi Telur Mamak asal Jakarta.

Meskipun bahan utama nya merupakan makanan sehari-hari, namun pelanggan yang berdatangan tidak pernah bosan untuk mencicipi menu hidangan tersebut.  

Pemilik Nasi Telur Mamak, Fillipe Oscariadi menceritakan, sajian nasi telor ceplok miliknya tergolong beragam. Tidak cuma memakai kecap manis saja, tapi ada pilihan rasa lainnya. Ada rasa kari, tambahan topping kulit goreng, kremesan, serundeng, sambal bawang, dan bumbu spesial lainnya.

Inilah yang membuat menu nasi telur olahannya banyak menggoyang lidah para penikmat kuliner. Melihat hasil terebut, ia pun tanpa pikir panjang menawarkan kemitraan usaha bisnis kuliner ini. Padahal, dirinya baru beroperasi satu bulan. "Satu minggu kemudian kami langsung membuka waralaba," katanya kepada KONTAN, Rabu (25/9).

Nasi Telur Mamak ini hanya menawarkan satu paket kemitraan yakni Rp 25 juta saja. Dengan paket tersebut mitra akan mendapat fasilitas seperti  gerobak, peralatan masak, kompor, design spanduk, mesin kasir dan beberapa bahan baku awal seperti telur, serundeng, kulit goreng, ragam bumbu dan lainnya.

Oh iya, mitra juga akan dikenakan comitment fee yang besarnya Rp 1 juta per bulan. Biaya tersebut nantinya bakal dialokasikan untuk biaya pemasaran serta pengiriman barang.

Meski baru beroperasi satu bulan, saat ini sudah ada satu gerai mitra yang bergabung yang berada di Graha Raya, Tangerang Banten. Sedangkan untuk gerai pribadinya ada empat gerai yang berlokasi di Tanjung Duren, Grogol, Pamulang dan Bintaro. "Ada tiga mitra lagi yang akan bergabung dalam waktu dekat, sudah deal dengan kami,” ujarnya

Fillipe mengklaim, bisnis kuliner ini bisa cepat balik modal. Ia memproyeksi mitra bisa balik modal sekitar dua bulan sampai tiga bulan saja. Syaratnya adalah bisa meraup penjualan Rp 1,5 juta per hari, atau sekitar Rp 40 juta per bulan. "Net profit sekitar 25%-30% per porsi," tuturnya.

Target tersebut diklaim bisa tercapai karena menu yang tersaji beragam. Tak cuma nasi telor ceplok saja, tapi juga ada nasi telur dadar, nasi telur kulit ayam, nasi dadar kari  dengan harga sekitar Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per piring.
Inilah yang membuat Fillipe optimistis gerai Nasi Telur Mamak bisa 50 gerai di akhir tahun ini.          


Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon


Close [X]
×