kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   -15.000   -1,06%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.294   -26,58   -0,36%
  • KOMPAS100 1.142   -7,10   -0,62%
  • LQ45 920   -3,25   -0,35%
  • ISSI 218   -1,41   -0,64%
  • IDX30 460   -1,72   -0,37%
  • IDXHIDIV20 554   -0,98   -0,18%
  • IDX80 128   -0,53   -0,41%
  • IDXV30 130   0,41   0,32%
  • IDXQ30 155   -0,33   -0,21%

Menggulung gurih cuan kebab ala Jambi


Minggu, 08 Juli 2018 / 10:05 WIB
Menggulung gurih cuan kebab ala Jambi


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID -  Roti isi irisan daging dengan tambahan sayuran khas Timur Tengah yang lazim disebut dengan kebab, cukup familiar di lidah orang Indonesia. Meski tak lagi naik daun, makanan ini masih menjadi buruan konsumen. 

Alhasil, masih banyak pemilik modal yang melirik usaha ini. Seperti anak muda asal Jambi, Muhammad Hatta yang menjajal peruntungannya lewat Kebab AA Rifqii. 
 
Gerai pertamanya dibuka pada April 2015 lalu. Mendapatkan sambutan baik dari pasar, usahanya pun kian berkembang. Kini, gerai miliknya sendiri sudah ada lima cabang. Semuanya  tersebar di Jambi. 
 
Ingin mengepakkan sayap bisnisnya lebih luas lagi, sejak awal 2018, Hatta mulai menawarkan kerjasama kemitraan. Dan, kini, sudah ada dua mitra yang bergabung dan membuka gerai di Jambi.  
 
Menyasar konsumen kalangan menengah, Hatta menjual kebab dengan harga ramah di kantong. Harganya mulai Rp 8.000 - Rp 15.000 per porsi.
 
Tersedia 12 macam menu kebab yang dapat dijadikan pilihan. Namun, tak hanya kebab, Kebab AA Rifqii juga menyediakan menu pizza, burger, hotdog, roti cane, dan yang bakal segera dirilis adalah kebab pisang. 
"Kelebihan produk saya ada pada rasa kulit kebabnya yang lebih renyah dan kemasan yang lebih menarik dibandingkan yang lainnya," katanya pada KONTAN, Senin (25/6). 
 
Kebab AA Rifqii menawarkan paket kemitraan dengan investasi senilai Rp 15 juta. Fasilitas yang diperoleh mitra adalah satu unit gerobak, bahan baku awal senilai Rp 2 juta, perlengkapan masak lengkap, pelatihan dan branding. 
 
Dia mewajibkan setiap mitra untuk membeli bahan baku utama dari pusat. Tujuannya, untuk menjaga standar produksi dan kualitas. 
 
Berdasarkan perhitungan Hatta, dalam waktu sekitar lima bulan mitra sudah bisa mengembalikan modalnya.  Dengan catatan, saban bulannya mampu mencapai target penjualan senilai Rp 10 juta. 
 
Setelah dikurangi biaya produksi dan belanja, porsi keuntungan bersih yang bisa dikantongi mitra sekitar 20%-25% dari omzet saban bulannya. 
 
Sepanjang tahun 2018, laki-laki berusia 23 tahun ini menargetkan dapat membuka 10 gerai baru di kawasan Jambi. Untuk mencapai target itu dia getol melakukan promosi melalui media sosial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×