kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.869
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Mengintip celah usaha binatu yang masih basah

Sabtu, 12 Mei 2018 / 10:10 WIB

Mengintip celah usaha binatu yang masih basah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu kegiatan di rumah tangga yang terkadang malas untuk dikerjakan adalah mencuci serta menyetrika  baju dan celana. Tak heran bila bisnis laundry atau jasa binatu masih tetap eksis dan makin menjamur hingga saat ini. Malah, masih ada yang tetap menawarkan kemitraan usaha.  

Dua tahun belakangan, muncul inovasi berupa mesin laundri koin. Mesin binatu koin kini mulai banyak dipakai pelaku usaha laundri yang baru saja muncul. Inilah yang membuat persaingan di bisnis ini makin sengit dan memaksa  untuk tetap bisa bertahan ditengah gempuran inovasi bisnis tersebut.

Lewat review waralaba kali ini, bisa dilihat, kiat dan upaya para pebisnis binatu untuk terus bertahan di bisnis jasa tersebut. Seperti apa strateginya, berikut ulasannya.

1. Nito Laundry

Salah satu pelaku usaha kemitraan laundri adalah Muhammad Alfian Perdana di Bekasi. Ia mendirikan Nito Laundry pada 12 November 2016.

Setelah menjalankan usaha beberapa bulan, dia mantap  menawarkan kemitraan usaha awal Januari 2017. Saat KONTAN mengulas awal Januari 2017, belum ada mitra yang bergabung karena baru menawarkan kemitraan.

Kini bisnis Nito Laundry masih stagnan. Jelang satu tahun kemudian, bisnis ini masih memiliki satu gerai. Itu pun dimiliki oleh pusat yang berlokasi di Bekasi. Alfian mengaku lantaran dia lebih fokus pada bisnis lain. "Saya sudah tidak terlalu fokus dengan laundri. Tapi masih membuka kemitraan. Saat ini fokus agen cemilan Makaroni," katanya ke KONTAN.

Sama dengan tahun lalu, bagi mitra yang ingin bergabung dengan Nito Laundry, ada paket senilai Rp 85 juta. Mitra akan mendapat mesin, pencuci, perlengkapan dan peralatan usaha, bahan baku seperti deterjen dan pewangi, juga pelatihan karyawan.

Kerjasama kemitraan berlangsung selama setahun. Setelah itu, mitra akan dikenakan biaya waralaba Rp 2 juta setiap tahun untuk perpanjang kontrak dan biaya royalti 7% dari omzet per bulan.

Alfian menyebut mitra ditargetkan untuk mendulang omzet minimal Rp 8,4 sampai Rp 21 juta juta per bulan. Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai dan biaya operasional lain, mitra akan mendapat laba bersih sekitar 40% sampai 50% dari omzet perbulan. Mitra bisa balik modal sekitar satu tahun.

Mitra yang ingin menjalankan usaha ini bisa menggunakan ruangan dengan luas minimal 4 meter x 10 meter di area ruko atau perumahan yang ramai penduduk. Bicara soal pegawai, mitra bisa dibantu dua orang pegawai.

Adapun kendala dalam bisnis ini yakni masih soal tenaga kerja yang kerap keluar masuk.   Sedangkan untuk target mitra yang dipatok sampai akhir tahun ini, tidak mematok secara spesifik. Sebelumnya, tahun lalu, Alfian pernah menargetkan bisa menjaring tiga mitra.


Reporter: Elisabeth Adventa, Maizal Walfajri, Nur Pehatul Janna, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

REVIEW WARALABA

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0710 || diagnostic_web = 0.3767

Close [X]
×