kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Mengintip peluang berbisnis kedai teh


Sabtu, 13 Oktober 2018 / 07:15 WIB

Mengintip peluang berbisnis kedai teh

KONTAN.CO.ID - Selama dua tahun terakhir, Anda pasti menyadari bahwa kedai kopi ramai bermunculan di berbagai kota dengan aneka jenis kopi Nusantara. Lain halnya dengan kedai teh yang masih jarang ditemui, sekalipun di kota-kota besar. Padahal teh merupakan minuman favorit sebagian besar masyarakat Indonesia.

Lihat saja, menu minuman es teh manis, teh tawar, maupun teh manis hangat yang dijajakan oleh hampir setiap warung makan, restoran, dan kafe. Ternyata potensi pasar minuman teh ini belum banyak digarap oleh pelaku usaha. Hanya beberapa pelaku usaha terjun menggarap kedai teh premium yang ada di Jakarta.

Hutomo Joe, partisi teh sekaligus pemilik Koningsplein Tea Co, di Kopi Oey, Sabang, Jakarta Pusat, mengatakan,  bisnis teh di Indonesia bisa berkembang asal dikombinasikan dengan sesuatu yang baru dan unik. Misal, seperti minuman bubble tea, thai tea, cheese tea. "Pasar Indonesia selalu tertarik dengan segala sesuatu yang fussion. Jadi kalau mau masuk ke sebuah bisnis, terutama kuliner, mulai dari yang tren dulu di masyarakat," kata Joe.

Ia menjelaskan, Koningsplein Tea Co yang menawarkan pengalaman minum teh dengan cara tradisional ala Taiwan, cukup kesulitan menembus pasar anak muda. Pendekatan lain pun dilakukan. "Saya punya beberapa proyek kerjasama juga dengan kedai kopi. Untuk mengajak anak muda agar tertarik terhadap kedai teh tradisional, harus dari jalur modern. Di project tersebut, Koningsplein membuat menu cheese tea dan bubble tea, sambil mempopulerkan soal teh," jelasnya.

Dengan cara tersebut, ternyata anak muda saat ini mulai tertarik dengan budaya minum teh tradisional. Joe mengatakan persentase anak muda yang singgah ke kedai tehnya terus meningkat sejak dua tahun belakangan.

Bisnis teh ternyata tak hanya melulu soal kedai teh dan konsumennya. Daun teh sendiri ternyata punya nilai investasi yang tidak murah. Master Teh asal Indonesia sekaligus pemilik Siang Ming Tea, Suwarni Widjaja menjelaskan ada beberapa jenis teh premium yang sengaja disimpan lama untuk koleksi maupun investasi.

"Salah satu teh yang sering dikoleksi adalah teh Pu Erh. Teh ini bisa disimpan sampai usia 50 tahun. Khususnya untuk raw pu erh atau daun teh yang dikeringkan dengan cara tradisional," terangnya.  Harganya tergantung jenis, kualitas, dan berapa lamanya. Di Indonesia, pu erh berbobot 350 gram dijual Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

Suwarni lanjut menjelaskan, semakin lama disimpan, teh pu erh akan memiliki tekstur dan aroma yang semakin dalam. Teh pu erh sendiri dipercaya memiliki khasiat yang baik bagi penderita kolesterol dan diabetes.

Dengan harga yang fastatis, tak jarang teh pu erh menjadi koleksi para pecinta teh. Di China sendiri, penikmat teh pu erh dengan usia puluhan tahun berarti adalah orang berstatus ekonomi atas.     


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.



Close [X]
×