Close
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Mengisi kandang lewat jalur digital

Minggu, 10 Juni 2018 / 10:05 WIB

Mengisi kandang lewat jalur digital



KONTAN.CO.ID -  Bisnis digital kian berkembang di tanah air. Tak sedikit pebisnis mulai beralih dan memanfaatkan teknologi digital dalam bentuk platform aplikasi, website hingga media sosial guna memperluas pasar mereka. Hal tersebut banyak dimanfaatkan oleh beberapa sektor usaha di Indonesia. Salah satunya, sektor peternakan.

Perlu diingat menjadi peternak bukanlah hal yang mudah. Banyak yang harus diperhatikan dan dipersiapkan, mulai dari penyediaan kandang, pakan, bibit, waktu hingga biaya yang cukup besar untuk perawatan ternak-ternak tersebut.

Mungkin hal tersebut tidak akan menjadi sebuah masalah jika ia seorang peternak besar dan akan berbeda bagi peternak kecil. Tingginya biaya operasional dan bibit membuat banyak peternak kecil harus mengosongkan kandang mereka.

Melihat proses dan pengerjaannya yang rumit, banyak orang ragu terjun menjadi seorang peternak. Apalagi, bagi seorang awam yang tinggal di perkotaan. Namun, hal itu tak lagi jadi kendala, lantaran ada teknologi digital seseorang yang memungkinkan kaum urban memiliki ternak dengan cara berinvestasi.

Kandang.in pun hadir sebagai perantara seseorang yang ingin beternak tanpa mau repot dengan tetek bengek dunia peternakan, dengan peternak yang tidak mempunyai modal. Platform website buatan dua anak muda asal Trenggalek, dan berpusat di Malang ini pun cukup digemari oleh para investor.

Resmi berdiri sejak September 2017, Gilang Kurniaji, Founder Kandang.in menjelaskan, ide awal mendirikan Kandang.in sudah ada sejak tahun 2015 lalu, saat ada kunjungan ke salah satu daerah terpencil di Jawa Barat dan melihat banyak rumah peternak yang memiliki kandang kosong.

"Jadi, awalnya saya ada kunjungan ke Jawa Barat dan saya lihat banyak peternak di daerah itu, baik ayam, kambing, maupun sapi. Namun dari sekian banyak kandang di rumah-rumah peternak, banyak yang kosong," tuturnya. Setelah penelusuran lebih jauh, ketiadaan modal menjadi kendala utama.

Tidak sampai di situ, rasa keingintahuan Gilang berlanjut ke berbagai daerah dan kampung halamannya di Trenggalek. Di sana, dia pun menemukan masalah yang sama pada beberapa peternak. "Saat saya survei ke beberapa daerah ternyata permasalahannya sama, tak punya modal. Sayang sekali kandang yang mereka punya jika tidak dimanfaatkan," jelas Gilang.

Akhirnya, bermodal uang tabungan, Gilang coba  membantu beberapa peternak dengan sistem bagi hasil. "Hasilnya cukup menguntungkan," ujarnya.

Setelah berhasil mengimplementasikan sendiri, Gilang pun mengajak rekannya, Ginanjar, untuk mengembangkan usaha ini di sistem digitalisasi. Awalnya, tahun 2016, mereka hanya mengajak orang-orang terdekat untuk bergabung pada usaha ini. "Namun, setelah melihat perkembangannya, kami akhirnya berpikir untuk mengembangkannya dengan memanfaatkan digitalisasi hingga menjadi seperti saat ini," ujarnya.  


BISNIS START-UP

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0714 || diagnostic_web = 0.3684

×