kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Mengukur panjang cuan sanca, si ular cantik bermotif langka


Sabtu, 26 Mei 2018 / 14:05 WIB

Mengukur panjang cuan sanca, si ular cantik bermotif langka

KONTAN.CO.ID - Sanca merupakan sebutan umum bagi sekelompok ular pembelit dari suku pythonidae. Maka, ular sanca juga sering disebut ular piton. Sanca diketahui menyebar luas di Afrika, Asia dan Australia. Bahkan, beberapa jenisnya dikenal sebagai ular terpanjang di dunia.

Karena begitu populer di kalangan pecinta reptil, tak jarang seekor anakan sanca dibanderol cukup mahal. Inilah yang membuka peluang beternak sanca.  "Sanca ini jenis piton yang paling banyak dicari. Karena dia punya motif yang jarang, warnanya juga banyak yang beda dari ular biasanya," tutur Zainal Arifin, peternak aneka ular piton asal Tulungagung, Jawa Timur.

Sudah lima tahun ini Zainal terjun sebagai peternak aneka ular piton. Bermula dari hobi, pria yang kental dengan logat Jawa Timurnya ini akhirnya memutuskan berbisnis ular. Ia mengaku, awalnya beternak ular sanca hanya untuk hobi dan keperluan lomba.

Zainal mengatakan jika ular piton jenis sanca ini tergolong yang paling mahal harganya, terutama jika jenisnya langka. Satu ekor bayi sanca jenis biasa umur sebulan dibanderol Rp 2 juta-Rp 3 juta. Sedangkan, bayi sanca jenis langka, harganya mencapai Rp 5 juta per ekor.  "Harga sanca lumayan mahal. Apalagi yang jenis langka, seperti albino, harganya pasti bagus itu," ujarnya.

Zainal bilang dalam sebulan, dirinya bisa menjual minimal 5-6 ekor bayi ular sanca. Konsumennya pun datang dari berbagai kota seperti dari Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, Lampung, Batam, Kalimantan, Makassar, Bali dan Lombok.

Keuntungan beternak aneka jenis ular piton, khususnya ular sanca juga dirasakan oleh Andy Pranoto asal Malang, Jawa Timur. Sama seperti Zainal, Andy juga memulai bisnisnya karena hobi reptil. Sejak tujuh tahun lalu, Andy memutuskan untuk menjadikan hobinya tersebut sebagai ladang penghasilan.

"Awalnya, saya iseng aja ternak ular, pas teman main ke rumah, ternyata dia tertarik dan beli ular saya. Waktu itu yang dia beli ular sanca bodo atau sering disebut molu. Dari situ saya tau, kalau ternak ular bisa jadi peluang," ungkapnya.

Andy mengatakan, seekor bayi ular sanca miliknya dibanderol Rp 1,5 juta-Rp 4,5 juta, tergantung jenis, umur dan motifnya. Sedangkan, ular sanca dewasa dibanderol mulai Rp 10 juta per ekor. Makin langka dan bagus motif ular sanca, harganya pun makin tinggi.

Pelanggan Andy datang dari berbagai kota seperti Jawa Timur dan sekitarnya, Sumatera, Sulawesi, Bali, Kalimantan, bahkan sampai Papua. "Lumayan untuk penghasilan, dalam sebulan, paling jelek, saya bisa jual 8 ekor bayi ular. Kalau lagi bagus ya bisa sampai 20-an," katanya.                     


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.


Close [X]
×