Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.171
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS626.185 0,32%

Mengukus fulus dalam dimsum

Minggu, 11 Februari 2018 / 10:10 WIB

Mengukus fulus dalam dimsum



KONTAN.CO.ID - Bisnis makanan di Indonesia tidak cuma menyajikan masakan khas ala daerah di Nusantara, melainkan juga dari negeri lain. Seperti dimsum, menu makanan ala Tiongkok.  

Laiknya makanan khas Negeri Tembok Raksasa lain yang sudah beredar di sini, semisal mi atau capcay, dimsum termasuk camilan favorit sebagian masyarakat negeri ini. Mulai dari kalangan muda maupun dewasa. Rasa dimsum memang bisa diterima lidah orang kita

Tak heran bila kondisi tersebut membuat sebagian orang melihat potensi bisnis dengan berjualan camilan dimsum. Lambat laun, jumlah pebisnis dimsum semakin bertambah. Sejumlah pebisnis juga menawarkan program kemitraan usaha untuk memperluas pasar dimsum.

Nah, untuk melihat kondisi terkini kemitraan usaha dimsum, berikut review kemitraan usaha tiga pemain dimsum yang sudah ada.

Simpel Dimsum

Usaha dimsum ini didirikan Sriyono Yongki sejak tahun 2011. Melihat respon pasar yang positif, di tahun yang sama, Yongki mulai menawarkan kemitraan dimsum itu.

Sewaktu KONTAN mengulas kemitraan ini tahun 2015, jumlah gerai mitra Simple Dimsum ada tujuh gerai. Selang tiga tahun, jumlah gerai mitra tidak bertambah.

Rupanya, sejak tahun 2016 dia memutuskan untuk menutup kerjasama kemitraan lantaran biaya membuat outlet serta sewa lokasi terus naik. "Mitra banyak yang mengeluh kalau harga mahal," katanya ke KONTAN (25/1).

Dia pun mengganti skema kerjasama menjadi reseller. Dia mematok syarat, siapa saja bisa menjadi mitra Simpel Dimsum asalkan sanggup membeli minimal 100 porsi.

Namun, perubahan skema kemitraan ini tidak berkembang. Sejauh ini baru tujuh reseller yang bergabung. Itupun para mitra bisnis lawas dari Simpel Dimsum.

Kini, Yongki enggan membuka kembali sistem kemitraan, terutama di Jakarta. Tapi bila ada tawaran dari luar Jakarta bakal ia akan mempertimbangkan minat tersebut.

Sebelumnya, dia membanderol kerjasama kemitraannya dengan investasi Rp 14 juta. Fasilitas yang didapatkan yakni freezer berkapasitas 250 kg, booth, satu kompor berikut tabung gas ukuran 3 kg, satu panci steam,  serta peralatan memasak.

Soal harga, Yongki sudah mengerek dari Rp 14.000 per porsi menjadi Rp 15.000 per porsi sejak Desember 2017. Karena harga produksi kian mahal akibat kenaikan harga bahan baku.  Menu juga masih belum berubah. Seperti dimsum siomay dengan isi ayam, jamur, telur puyuh, kepiting, dan cumi.


REVIEW WARALABA

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0663 || diagnostic_web = 0.5562

Close [X]
×